Monday, 24 September 2018

Hanya 13 Persen Angkutan Umum di Jakarta Laik Jalan

Kamis, 15 Oktober 2015 — 8:12 WIB
Selain banyak yang tidak lain jalan, Metro Mini juga sering melanggar aturan lalulintas

Selain banyak yang tidak lain jalan, Metro Mini juga sering melanggar aturan lalulintas

JAKARTA (Pos Kota) – Pemprov DKI Jakarta terus membenahi angkutan umum. Dari pengecekan di seluruh terminal diketahui 87 persen angkutan rombeng dan tidak laik jalan. Hanya 13 persen angkutan tersebut dengan kondisi baik.

Secara bertahap, angkutan yang tidak laik tersebut dilarang beroperasi. Angkutan yang tidak laik tersebut mulai bus besar, bus sedang Kopaja dan Metro Mini, Mikrolet serta jenis KWK. Bahkan busway yang tidak laik jalan juga dioperasika,

“Dari pemeriksaan di beberapa terminal hanya 13 persen angkutan umum dalam kondisi laik jalan. Selebihnya 87 persen tidak laik jalan,” ujar Kepala Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) Pulogadung, Dishubtrans DKI Jakarta, Muslim.

Angkutan umum yang tidak laik jalan kebanyakan adalah Metro Mini dan angkutan KWK. Ada juga bus TransJakarta yang dinyatakan tidak laik jalan setelah dilakukan pengecekan.

“Metro Mini 22 persen, angkutan KWK 24 persen. TransJakarta juga ada sekitar 4 persen. Penyebab tidak laik jalan selain karena bodi keropos, gas emisi yang tinggi, ban gundul, wiper rusak, lampu, speedometer,” lanjut Muslim.

Tim gabungan Ditlantas Polda Metro Jaya dan Dishubtrans DKI  sudah  melakukan razia kelayakan kendaraan di Terminal Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Dari hasil pemeriksaan angkutan secara acak di 3 terminal ditemukan 2 bus TransJakarta tidak laik jalan, 11 Metromini, 1 Kopaja, 2 Mikrolet, 24 KWK serta 6 Koasi (Koperasi Angkutan Bekasi).

Muslim mengatakan, kendaraan yang tidak membawa kelengkapan surat seperti SIM, STNK dan buku KIR akan dikandangkan. “Namun kalau kendaraan tersebut membawa surat-surat tapi suratnya mati karena masa berlaku habis atau tidak laik jalan, ditilang,” sambungnya.

Operasi direncanakan berlangsung rutin setiap hari Selasa dan Kamis hingga bulan Desember 2015. Tujuan operasi ini untuk memeriksa kelaikan kendaraan dan mengurangi potensi kecelakaan akibat kondisi angkutan umum.(John)

Komentar ditutup.