Monday, 24 September 2018

Kiriman Nasihat dari Sahabat ‘Idaman’

Sabtu, 17 Oktober 2015 — 5:30 WIB
DK Okt 1517

HATI Bang Jalil terasa tenteram dan damai. Malah tanpa terasa air matanya menetes. Terharu dia.
“ Bapak kok pagi-pagi nangis. Inget pacar ‘idaman’, apa terharu karena Bang Haji Rhoma bikin partai? “ goda sang istri sambil mengaduk kopi.

Bang Jalil buru-buru mengusap matanya. Lalu katanya; “  Buat kita sih nggak butuh tambah partai, Bu. Yang diharapkan rakyat banyak, hidup tentram, aman, nggak ada kerusuhan, dan sembako murah!”

“ Iya, tapi kenapa Bapak nangis?” tanya sang istri lagi.

Bang Jalil lalu bercerita, bahwa barusan dapat kiriman melalui WhatsApp dari beberapa sahabat lama. Mereka mengirim doa, petuah dan nasihat-nasihat buah pikiran dari orang-orang bijak.

Coba simak; “ Ya, Allah ampunilah segala dosa dan kesalahan kami. Ya, Allah ajari kami tersenyum meski berat pundak memikul beban, ajari kami berlapang dada, meski banyak hal yang menyesatkan jiwa, ajari kami rendah hati  karena hanya Engkau yang Maha Tinggi..! Rabb, jadikan kami manusia yang mampu bersabar  saat diuji..”

Padahal mereka, ketika masa mudanya, sebagian banyak yang keliru jalan. Lupa pada Yang Maha Besar, Allah SWT.  Alhamdulillah, masa tua mereka pada insyap. Mudah-mudahan mereka sekarang pada bersujud! ” Itu yang bikin terharu Bapak, Bu,” katanya.

“ Coba bayangkan, Bu,” kata Bang Jalil lagi,” sekarang ini banyak orang-orang tua, yang seharusnya menikmati hidup tapi malah berada dalam penjara. Banyak dari mereka korupsi.

Mereka serakah,Bu!”

“ Ya, udah buat para koruptor Bapak nggak usah meneteskan air mata. Mereka memang bukan idaman kita! ” kata sang istri.

“ Air mata ini, air mata kesal. Jengkel, karena kekayaan milik rakyat dijarah merea,Bu,” Bang Jalil mengusap air matanya lagi, sambil menyeruput kopi yang mulai dingin.

“ Ya, sudah. Sekarang Ibu  minta uang belanja, nggak usah nangis! “ sindir sang isri.

Kali ini Bang Jalil tersenyum. Air matanya masih mengembang di kelopaknya. Bangga punya istri yang setia, walaupun sering berteriak minta uang belanja. Tapi, bagi dia sang istri adalah  teman hidup ’idaman’!- massoes