Friday, 16 November 2018

7 Pendaki Tewas Terbakar di Gunung Lawu

Senin, 19 Oktober 2015 — 12:07 WIB
Foto-Ilustrasi.

Foto-Ilustrasi.

SURABAYA (Pos Kota)-Akibat kebakaran hutan di Gunung Lawu menyebabkan tujuh orang pendaki tewas.

“Sampai dini hari tadi kita sudah menemukan tujuh orang jenasah pendaki yang kondisinya memprihatinkan karena terbakar, Namun dari 7 korban tewas baru empat yang bisa diidentifikasi.” ujar Kapolres Magetan, AKBP Johanson Ronald Simamora, Senin (19/10).

Dia menjelaskan, empat dari tujuh korban tewas telah diketahui identitasnya. Mereka adalah Rita Septi Hurika, 21,asal Ngawi; Joko Prayitno,31 asal Kebon Jeruk, Jakarta Barat; Nanang Setia Utama,16 dari Ngawi; dan Marwan, warga Ngawi.
Selain menewaskan tujuh orang, kebakaran yangt terjadi di petak 73 KPH Lawu Ds itu juga mengakibatkan dua pendaki mengalami luka bakar serius. Dua korban itu adalah Eko Nurhadi, 35 tahun, dan Novi Dwi Isti Wanti, 15 tahun. Keduanya berasal dari Ngawi.

AKBP Johanson menilai masih ada potensi bertambahnya korban. Karena evakuasi terpaksa dihentikan Ahad tengah malam karena kondisi gelap yang mengakibatkan pendeknya jarak pandang.

Selain itu, tim pencari dari kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Basarnas Pos Trenggalek, Palang Merah Indonesia, TNI Angkatan Darat, Perhutani, dan Anak Gunung Lawu butuh istirahat karena kelelahan.
“Pagi tadi penyisiran akan kembali dilakukan. Tim dari Perhutani fokus memadamkan api, dan yang lain mengevakuasi korban bila memang nanti ditemukan. Semoga saja sudah tidak ada korban lagi,” tuturnya.

Hingga saat ini, kabakaran hutan masih menghebat di sekitar Gunung Lawu yang berlokasi di antara Magetan, Jatim, dan Tawangmangu, Jateng. Setidaknya, dua titik api masih terdeteksi. Artinya titik kebakaran masih terpantau sejauh ini.
BMKG Juanda menyampaikan rilis menyangkut titik sebaran api di sekitar Gunung Lawu. “Ada dua kecamatan di Magetan yang masih terdeteksi titik api. Yakni di Kecamatan Ngariboyo dan Plaosan. Detail desanya silaka dicek langsung,” kata Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda, Bambang Setiajid.

Selain di dua kecamatan itu, titik api juga masih terdeteksi kuat di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jateng. Selain di sekitaran Gunung Lawu itu, hot spot juga masih terdeteksi di Bondowoso di Kecamatan Tlogosari, dan Lumajang di Kecamatan Tempeh.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan Kebakaran hutan ini akibat perapian atau api unggun dari pendaki gunung yang ditinggal dan belum dipadamkan,” katanya.

Dari data di pos pendakian Cemoro Sewu, Gunung Lawu para pendaki yang menjadi korban tewas dan luka akibat terjebak kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu tidak terdaftar di pos pendaftaran jalur pendakian Cemoro Sewu, Plaosan, Magetan.
“Berdasarkan data yang ada, para pendaki korban tewas dan luka tersebut tidak tercatat di buku pendaftaran pos Cemoro Sewu,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Agung Lewis, Senin (19/10).

Menurut dia, kepastian itu diperoleh menyusul penutupan jalur pendakian Gunung Lawu melalui pos Cemoro Sewu yang telah dilakukan sejak tanggal (16/10).

Penutupan jalur pendakian tersebut dilakukan oleh petugas karena di sekiar jalur tersebut terjadi bencana kebakaran hutan yang dapat menganam keselamatan pendaki.

Diperkirakan, para pendaki tersebut naik Gunung Lawu melalui sejumlah jalur lain yang ada. Di antaranya jalur Cemoro Kandang di Karanganyar, Jawa Tengah, jalur Candi Ceto, ataupun jalur Jogorogo.

(nurqomar/sir)