Sunday, 17 December 2017

‎ Kekeringan, Warga Beli Air Rp4000/Pikul

Selasa, 20 Oktober 2015 — 0:53 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Kemarau panjang yang melanda Jakarta membuat  sejumlah wilayah kekeringan.  Kesulitan pun diderita warga yang hanya mengandalkan air tanah.  Untuk mengatasinya mereka terpaksa membeli air pikulan.

Seperti dialami warga Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Sudah sebulan ini warga mengaku terpaksa membeli  air secara pikulan.  Sebab, sumber air melalui pompa air tanah dan sumur di Kelurahan Kamal kekeringan.

Makmun, 41, warga RW 01, Kelurahan Kamal, mengatakan, pihaknya  saat ini sangat membutuhkan pasokan air bersih dan menunggu pasokan dari pemerintah.

“Kami  di sini lagi kesulitan. Kalau mau mandi, nyuci, masak, dan lain – lain terpaksa beli air dengan harga cukup lumayan Rp 4.000 per pikul,” keluh Makmun, Senin (19/10). “Mau bagaimana lagi, habis air tanah sudah sulit didapat.”

Edy Wibowo, Ketua RW 01, Kelurahan Kamal,  mengaku  telah melaporkan kondisi kekeringan yang dialami oleh warga ke kantor lurah maupun kecamatan untuk mendapat bantuan suplai air bersih.

“Di sini belum ada saluran air PAM, warga sekadar mengandalkan air tanah. Jadi, kalau sudah kering begini harus menunggu bantuan atau membeli sama tukang gerobak,” katanya.

Mendengar warga kesulitan air,  Wakil Gubernur  (Wagub)  Djarot Syaiful Hidayat memerintahkan PAM Jaya mengecek ke lokasi.  Bagi warga yang tidak memiliki jaringan air bersih harus dipasok melalui mobil tanki air. “Saya sudah perintahkan agar PAM segera mendrop air bersih bagi warga yang kekeringan,” ucapnya.

DITINDAKLANJUTI

Menindaklanjuti kegelisahan warga Jakarta yang dilanda kekeringan, PAM Jaya sebagai perusahaan daerah yang mengawasi kedua mitra swasta PALYJA dan AETRA melakukan antisipasi kekurangan air baku.

Erlan Hidayat, Dirut PAM Jaya, mengatakan, dirinya segera menindaklanjuti masalah tersebut.  “Apa yang diperintahkan Pak Wagub pasti dilaksanakan,” ucapnya.  (john/b)