Saturday, 19 August 2017

Besok Hari Santri, MUI Cibitung: Umat Islam Harus Bersatu

Rabu, 21 Oktober 2015 — 14:43 WIB
Foto-Ilustrasi.

Foto-Ilustrasi.

CIKARANG (Pos Kota) – Ditetapkan Hari Santri 22 Oktober besok, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cibitung, Muhidin Kamal mengajak agar umat Islam bersatu. Menurutnya, penetapan hari santri oleh Presiden Jokowi membuktikan pemerintah menghormati keberadaan pesantren.

Namun demikian, bukan berarti dalam hal ini membuat islam menjadi terkotak-kotakkan di Indonesia. “Ini bukti bahwa pesantren dihormati oleh negara, karena secara historis kaum pesantren dan bersarung banyak memberikan kontribusi kepada negara dengan sejarahnya,” katanya di Bekasi,Rabu (21/10).

Meski muncul polemik lantaran adanya penolakan penetapan hari santri, Muhidin menganggap kelompok tersebut hanya curiga dan khawatir terjadinya perpecahan islam. Padahal, lanjutnya, tidak ada kaitannya antara hari santri dengan Islam yang terkotak-kotakan.

Kendati ada yang menolak,dia menjelaskan itu hanya curiga saja, apalagi kalau dikaitkan dengan islam nusantara, yang jelas tidak ada kaitannya antara hari santri dan islam nusantara.

Muslim Lebih Solid

Ia menambahkan, dengan ditetapkannya hari santri, umat muslim bisa lebih solid dan bersatu. Sehingga, tidak mudah terprovokasi dengan adanya isu sensitif yang tersebar.

Penetapan hari santri ini diharapkan Muhidin mampu membawa angin segar bagi kalangan santri untuk bisa memberantas korupsi. Selain itu, dia juga berharap agar dengan ditetapkannya hari santri umat islam tetap mampu menjaga ketutuhannya.

“Saya harap masyarakat muslim bisa lebih solid dan tidak mudah terprovokasi dengan isu sensitif,” pungkasnya.(lina/win)