Tuesday, 20 November 2018

Setahun yang Masih Diragukan

Rabu, 21 Oktober 2015 — 6:12 WIB

BANG JALIL memandang ke luar  jendela rumahnya, menerawang jauh entah kemana. Tapi yang jelas, dia masih ingat betapa warga begitu antusias, setahun  yang lalu memilih dirinya menjadi ketua RT di lingkungannya.

“ Hidup Pak  Jalil!, hidup  Pak Jalil! Ini baru ketua RT idaman!,”  seru mereka.
Hati Bang Jalil  ketika itu, berbunga-bunga. Bukan saja karena dielu-elukan warga, tapi, dia sebenarnya sudah sepuh. Mau pensiun dari segala tetek bengek. Tapi, karena warga  mempercayainya.

Itu setahun yang lalu. Dan ternyata, pujian tidak lagi manis. Sepanjang dia dan stafnya mengurus lingkungan, ada saja kritikan yang kurang enak dari warga.

Dia sebenarnya tahu, siapa yang jadi provokator, menjelek-jelekan kinerja kabinet Bang Jalil. Itu dia, lawannya yang gagal terpilih pada waktu itu.

“ Udeh, nggak usah dipikirin Pak,” ujar istri Bang Jalil, yang tahu isi hati suaminya,” Wong yang jadi pejabat di atas sana aja asyik-asyik aja, kok. Padahal mereka itu gaji besar, proyek besar. Toh banyak pekerjaan dan tuntutan rakyat yang belum bisa diselesaikan. Ya, jamak aja lah. Namanya juga baru setahun?”

“ Iya, ya Bu,”. Kata Bang Jalil sambil menyeruput kopi  yang disuguhkan sang istri.

“ Tapi, apa Ibu nggak sakit, kalau dibilang semua kebijakan dan kinerja Bapak dan kawan-kawan selama setahun ini semua diragukan oleh warga? Jadi kesimpulannya, kita ini gagal,Bu!?” kata Bang Jalil.

“ Udeh, tenang. Bapak seperti biasa aja kerja. Blusukan keliling kampung, tengok warga. Udeh, nggak usah banyak pikiran, Bapak kosentrasi aja mikirin uang belanja buat dapur kita. Segala urusan kerja setahun nggak usah jadi beban. Setahun itu waktu yang singkat Pak. Iya kan?

“ Maksud Ibu?” tanya Bang Jalil.

“ Setahun  tuh singkat, Pak. Kredit motor aja paling nggak  dua tahun,  kan?” kata sang istri, sambil ngeloyor ke dapur.

Bang Jalil tersenyum kecut atas uacapan istrinya soal kredit motor. Memang bulan ini belum bayar cicilan, dan masih ‘diragukan’, dapat duit apa nggak untuk bayar kredit motor, ya?         -massoes