Tuesday, 25 September 2018

Gunung Semeru Terbakar, Jalur Pendakian Ditutup

Jumat, 23 Oktober 2015 — 12:50 WIB
*ist

*ist

SURABAYA(Pos Kota) – Jalur pendakian ke Gunung Semeru di kawasan hutan Watu Rejeng terbakar. Diduga disebabkan para pendaki saat meninggalkan api unggun belum benar-benar padam.

“Pendakian ke Semeru utuk sementara ditutup,” kata Kepala Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Ayu Dwi Utari, Jum’at(23/10).

Dikatakanya, akibat kebakaran banyak pendaki yang terjebak, baik saat hendak naik dan turun. Petugas kemudian melaakukan evakuasi bagi pendaki turun lewat jalur Ayek-ayek. “Proses pemadaman terus dilakukan oleh petugas dan porter,” ungkapnya.

Petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dibantu para pecinta alam dikerahkan untuk memadamkan api, di Hutan lindung di blok Watu Rejeng lereng Gunung Semeru. Kebakaran berada di antara pos atau selter 2 sampai selter 3. Total hutan yang terbakar seluas 10 hektare.

“Semoga bisa padam dalam satu atau dua hari ini,” ujar Ayu seraya mengatakan ada 50-100 pendaki yang terdaftar mendaki Gunung Semeru dievakuasi oleh petugas lantaran kebakaran menjalar kedaerah pendakian.

Aktivitas Pendakian Ditutup

Saat ini demi keselamatan para pendaki, Balai Besar TNBTS menutup segala aktivitas pendakian sampai batas waktu yang belum ditentukan. “Penutupan ini demi keamanan dan keselamatan bersama. Pendaki juga dilarang menyalakan api unggun demi keamanan dan alasan konservasi,” imbuhnya.

Tercatat sepanjang musim kemarau, kawasan TNBTS terjadi 10 kali kebakaran. Total luas lahan yang terbakar mencapai 200 hektare. Diharapkan hari ini seluruh pendaki turun ke Ranu Pani, Lumajang. Sementara itu yang berencana naik ke Gunung Semeru dibatalkan. “Oro-oro ombo juga pernah terbakar, tapi bisa segera dipadamkan,” tukasnya.(nurqomar/win)