Monday, 24 September 2018

Sekolah Rusak, Siswa SDN 11 dan 12 Pagi Kramatjati Mengungsi

Jumat, 23 Oktober 2015 — 6:01 WIB
Gedung SDN Kramatjati 11 dan 12 yang rusak. (Ifand)

Gedung SDN Kramatjati 11 dan 12 yang rusak. (Ifand)

KRAMATJATI (Pos Kota) – Hampir 1,5 tahun, siswa SDN Kramatjati 11 dan 12 Pagi, Kramatjati, Jakarta Timur, harus mengungsi ke sekolah lain untuk belajar. Penyebabnya, sebagian ruang sekolah yang ada ambruk, dan pembangunan belum juga dilakukan.

Tatang, 50, petugas penjaga gedung SDN Kramatjati 11 Pagi mengatakan, sudah hampir 1,5 tahun siswa di dua sekolah ini mengungsi. Siswa SDN Kramatjati 11 Pagi, mengungsi ke SDN Kramatjati 02 di Jalan Batu Tumbuh, yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari sekolah tersebut.

Sedangkan siswa SDN Kramatjati 12 mengungsi ke SDN Kramatjati 03 Pagi, yang berjarak hanya sekitar 300 meter. Meski begitu, perbaikan sekolah tak juga kunjung dilakukan. “Siswa diungsikan karena kelas 4 ambruk hingga ke tanah sekitar enam bulan lalu. Untungnya siswa sudah mengungsi sehingga tidak ada yang tertimpa puing bangunan,” ujar Tatang.

Selama ini, kata Tatang, sejumlah petugas dari Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur wilayah II, hanya meninjau dan mengukur lahan serta bangunan. Namun hingga kini belum ada realisasinya untuk dilakukan pebaikan. “Padahal kalau sudah hujan, halaman sekolah juga tergenang hingga 30-50 sentimeter,” tuturnya.

Akibat tak diperbaiki, lapangan sekolah tersebut berubah menjadi parkiran milik warga. Tercatat ada sekitar 25 mobil dari berbagai jenis yang diparkir di halaman sekolah. “Ya kita mau larang warga nggak bisa, soalnya kan ini sekolah memang lagi nggak terpakai,” ujar Tatang.

Terkait hal tersebut, Kasudin Pendidikan Jakarta Timur wilayah II, Ungkadi mengatakan, sebenarnya SDN Kramatjati 11 dan 12 masuk program rehab total tahun 2015. “Namun karena keterbatasan anggaran maka pelaksanaannya dibatalkan,” ujarnya.

Untuk itu, kata Kasudin, pelaksanaan rehab total baru akan dilakukan pada 2016 mendatang oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Hal tersebut akan dilakukan karena pengajuannya sudah masuk dalam skala prioritas. “Hal ini juga harus segera dilakukan untuk menyelamatkan aset negara,” ungkapnya. (Ifand)