Monday, 24 September 2018

Ini Tips Agar Terhindar dari ISPA

Sabtu, 24 Oktober 2015 — 0:46 WIB

PENYAKIT Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) kini sedang populer seiring bencana kabut asap yang melanda sejumlah propinsi di Indonesia. Padahal ancaman Ispa sesungguhnya tidak hanya berlaku bagi mereka yang berada di wilayah bencana asap.

Masyarakat yang hidup di perkotaan dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi serta masyarakat yang tinggal dikawasan industri yang menghasilkan asap pabrik juga memiliki peluang yang sama untuk terkena Ispa.

Karena itu dr. Herlina Ida Haryaningsih, Sp.THT, spesialis THT dari Rumah Sakit Pusat Pertamina menganjurkan beberapa tips agar terhindar dari penyakit Ispa. Yakni:

Menurutnya saluran pernafasan dari hidung sampai bronkhus  dilapisi oleh sebuah membran mukosa bersilia dan diantaranya terdapat sel-sel goblet. Udara yang masuk melalui rongga hidung disaring, dihangatkan dan dilembabkan.

Hidung juga memiliki sistem pelindung dari partikel debu kasar dan bakteri, yang dilakukan oleh rambut halus dalam rongga hidung, silia pada mukosa dan palut lendir yang dihasilkan oleh kelenjar mukosa dan sel-sel goblet. Gerakan silia akan mendorong palut lendir  ke belakang rongga hidung dan  menuju faring.

Pada situasi dimana sistem pernafasan terserang mikroorganisme virus seperti adenovirus, rhinovirus, coronavirus, pneumokokus, streptococus, maka kita akan terkena Ispa. Dan  yang paling umum adalah virus influenza, selain itu bakteri, jamur  dan pajanan debu/ asap juga dapat menjadi penyebab terjadinya ISPA.

Dr Herlina mengatakan partikel pada debu atau asap akan melekat pada palut lendir dan partikel-partikel yang besar akan dikeluarkan dengan reflek bersin. Partikel yang tidak keluar reflek bersin, akan menempel  pada mukosa hidung, mulut dan tenggorokan yang memang langsung kena pajanan debu/ asap. Kondisi ini akan menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungkin juga infeksi.

“Peradangan akan merangsang keluarnya sekretberlebihan, hal ini merupakan media yang baik untuk tumbuhnya bakteri. Karena gerakan silia akan mendorong palut lendir  ke belakang rongga hidung dan  menuju faring, maka debu maupun bakteri dalam hidung akan bergerak menuju saluran pernafasan bawah. Akibat paparan debu dan asap saluran pernafasan dapat mengalami penyempitan  dan produksi lendir akan terus meningkat,” ujar dr. Herlina.

Jika hal ini sudah terjadi, akan membuat seseorang sulit bernafas hingga bakteri tidak bisa dikeluarkan, benda asing tertarik masuk ke saluran pernafasan dan terjadilah infeksi saluran pernafasan. ISPA lebih mudah terjadi karena ketidakseimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/ virus dan lain-lain penyebab penyakit (agent), serta buruknya lingkungan (environment).

Ispa akan menimbulkan gejala antara lain, hidung tersumbat atau berair, paru-paru terasa terhambat, batuk-batuk dan tenggorokan terasa sakit, kerap merasa kelelahan, dan tubuh merasa sakit. Apabila ISPA bertambah parah, gejala yang lebih serius akan muncul seperti kesulitan bernapas, demam tinggi dan menggigil, tingkat oksigen dalam darah rendah, kesadaran yang menurun bahkan pingsan. (inung)

1.      Perkuat daya tahan tubuh anda.
Sistem kekebalan tubuh seseorang sangat berpengaruh dalam melawan infeksi virus maupun bakteri terhadap tubuh manusia. Risiko seseorang mengalami infeksi akan meningkat ketika kekebalan tubuh lemah. Hal ini cenderung terjadi pada anak-anak dan orang yang lebih tua. Atau siapa pun yang memiliki penyakit atau kelainan dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Konsumsi buah dan sayur secara lebih rutin dan tambahkan dengan suplemen herbal yang mengandung bahan immunodulator tinggi seperti Echinaceae.
2.      Bagi anda yang berada dalam lingkungan dengan kondisi tinggi polusi asap, hindari keluar rumah terlalu sering. Jika terpaksa, gunakan masker untuk mengurangi dampak dari terhisapnya partikel debu dan asap yang mengandung karbon ke hidung anda.
3.      Selain itu hindari manipulasi hidung berlebihan seperti terlalu sering menggosok dan memegang hidung, mengeluarkan lendir terlalu keras, dan mengorek hidung karena dikhawatirkan akan membuat hidung terluka dan rentan terhadap infeksi. Sebaliknya, gunakan nasal sprays berbahan dasar air laut murni. Seperti Aqua Maris dari SOHO Global Health yang dibuat dari air laut Adriatic hipertonis murni dan dapat melegakan serta membersihkan membran mukosa di saluran pernapasan atas.  Air laut Adriatic juga dapat berfungsi sebagai cleansing dan pelembab, sehingga membantu menormalkan fungsi hidung.
4.      Ikuti pola hidup bersih sehat (PHBS). Yaitu sebuah pola yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan, yaitu selalu mencuci tangan, beristirahat cukup, serta makan teratur.
5.      Perhatikan alergi dan penyakit bawaan.
6.      Selalu jaga kehigienisan makanan serta minuman. Makanan bergizi dapat terkontaminasi oleh asap dan debu. Cucilan buah-buahan serta sayuran dengan bersih sebelum dikonsumsi.