Sunday, 18 November 2018

Menpora: 2 Emas Harus Kita Dapat di Olimpiade Brasil

Sabtu, 24 Oktober 2015 — 10:29 WIB
*ist

*ist

JAKARTA (Pos Kota) –  Menpora Imam Nahrawi menegaskan kebangkitan tradisi emas di Olimpiade Brasil 2016. “Paling tidak dua emas harus kita dapat,” tandas Cak Imam saat  mengukuhkan Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Ahmad Sutjipto di Jakarta, Jumat (23/10) pagi.

Selain pelantikan mantan KASAL itu, juga dilantik pengurus lainnya seperti  Sadik Algadri (Wakil Ketua II), Taufik Hidayat (Wakil Ketua III) dan Pengurus Lembaga Anti Doping Indonesia (Ladi). Menpora berharap, kedua lembaga tersebut dapat mendongkrak prestasi olahraga Indonesia di kancah internasional.

Pada kesempatan itu Menpora mengucapkan selamat kepada pengurus baru Prima dan Ladi yng mendapat amanat baru memperbaiki dan mengembangkan olahraga Indonesia, baik di kancah nasional, regional maupun  internasional. Sudah ada even di depan mata seperti Olimpiade Brasil 2016, dan SEA Games 2017 di Malaysia dan saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

“Tantangan ke depan, khususnya Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games saya kira cukup berat, termasuk Prima, Ladi, PB, KONI dan KOI tidak hanya menyiapkan sukses penyelenggaraan melainkan juga harus menyiapkan sukses prestasi untuk meningkatkan citra Indonesia di mata dunia,” kata Menpora.

KERJA CERDAS
Khusus kepada  pengurus Prima yang baru diharapkan ke depan bisa memberikan kemajuan yang terbaik untuk olahraga di Indonesia. “Saya ingin lebih banyak cabang olahraga atau atau atlet yang ikut di Olimpiade Brasil,” cetus Cak Imam.

Menpora menegaskan, perlunya kerja keras, kerja cerdas dan ikhlas dengan semangat kerjasama secara nyata. “Ke depan kita harus menyiapkan strategi yang jitu, di antaranya pembinaan prioritas nomor atau kelas dari cabang olahraga dan penerapan parameter atlet dan pelatih.”

Menpora menegaskan,    tidak ingin mendengar lagi ada keluhan masalah seperti peralatan olahraga, bonus atlet dan yang lainnya. “Jika ada saya akan segera mengambil tindakan. Demikian juga dengan Ladi harus mampu melaksanakan program strategis terutama penggunaan doping di kalangan para atlet,” tegas. (awang/si)