Tuesday, 13 November 2018

Satu Persatu Partai Pendukung Jokowi Tersangkut Korupsi

Sabtu, 24 Oktober 2015 — 21:44 WIB
Mantan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Patrice Rio Capella  Jumat (23/10) ditahan KPK

Mantan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Patrice Rio Capella Jumat (23/10) ditahan KPK

JAKARTA (Pos Kota) – Satu persatu kader partai pendukung pemerintahan Jokowi mulai terkena kasus korupsi. Fenomena tersebut akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Masyarakat memang tidak percaya kepada pemerintah kalau kader partai pendukungnya ada yang ditangkap penegak hukum, karena korupsi, atau menerima suap,” kata pengamat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro yang dihubungi di Jakarta, Sabtu.

Seperti diketahui, sejumlah anggota DPR dari partai pendukung Jokowi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) tersangkut praktik suap di antaranya, anggota DPR dari Partai NasDem Patrice Rio Capella, anggota DPR dari Partai Hanura Dewi Yasin Limpo, dan juga anggota DPR dari PDIP Adriansyah.

Menurut Siti, tidak tertutup kemungkinan kalau terus terjadi partai pendukung Jokowi terkena kasus pelanggaran hukum, maka  masyarakat menuding koalisi partai pendukung Jokowi semacam menjadi sarang korupsi, sarang perselingkuhan antara politik, hukum dan birokrasi. “Fenomena  adanya kader partai pendukung pemerintah yang melanggar hukum, memang tidak hanya terjadi pada era Jokowi tapi di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono juga banyak terjadi,” papar Siti.

Siti menambahkan sebagai kader partai, apalagi dari partai pendukung pemerintah seharusnya memberikan contoh kepada masyarakat agar mereka tidak terlibat dalam kasus pelanggaran hukum seperti menerima suap dan korupsi.

Hal yang sama juga disampaikan pengamat Pengamat Uchok Sky Khadafi mengatakan, fenomena partai pendukung pemerintah terlibat dalam praktek korupsi merupakan hal biasa terjadi. Sebab mereka sudah bagiaan dari pemerintah, maka kesempatan untuk mendapatkan anggaran proyek lebih besar dibandingkan dengan partai oposisi.

“Ini berbahaya sekali kalau partai pendukung pemerintah ada yang terkena kasus korupsi. Sebab itu, akan menurunkan citra pemerintahan itu sendiri di masyaakat, dan ini tentu akan berdampak kepada Jokowi sendiri,” papar Khadafi.

Guru Besar Uninersitas Indonesia Maswadi Rauf yang dihubungi terpisah membantah asumsi bahwa partai pendukung pemerintah selalu melakukan korupsi. Sebab fenomena korupsi bukan hanya dilakukan oleh partai pendukung pemerintah tapi ada juga oleh partai yang bukan pendukung pemerintah.

“Korupsi menyangkut moral dari pribadi orang tersebut, ketika ada kesempatan, dan orang itu tidak memiliki moral yang baik maka orang itu akan melakukan korupsi. Sebab itu, perbuatan korupsi bukan hanya milik partai pendukung pemerintah tapi bisa juga partai yang bukan pendukung pemerintah,” Maswadi menambahkan, (johara)