Tuesday, 25 September 2018

Ribut Bini Dikeloni Tetangga Malah Tewas Disabet Sabit

Minggu, 25 Oktober 2015 — 5:38 WIB

CARI istri hendaknya yang seimbang usia, sebab rawan penyelewengan di kemudian hari. Contohnya Maryuni, 35, karena suaminya, Kurmain, 52, sudah loyo, dia mesum dengan lelaki tetangga. Suami memergoki, sehingga terjadi keributan. Lain hari PIL istri balas dendam, Kurmain dibabat sabit sampai wasalam.

Cinta itu katanya memang buta, maka calon istri jauh lebih muda disikat juga. Lelaki yang begini ini hanya bicara hari ini, tak memikirkan di hari kemudian. Padahal jika sudah mikir di saat tua nanti, tentu akan berpikir ulang menikahi perempuan yang jauh lebih muda. Sebab nantinya, ketika suami sudah loyo dan istri masih menyala-nyala, banyak yang kemudian jadi santapan tetangga.

Kurmain warga  Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, terlambat menikah. Teman seangkatan usia 25 samapi 30 sudah punya istri, dia sampai usia 34 tahun masih sorangan wae. Sebab dia cari istri memang terlalu ketat syaratnya, selain cantik juga rajin ibadah.

Setahun kemudian, barulah Kurmain ketemu jodohnya. Maryuni memang cantik, dan rajin ibadah lagi. Soal usia si gadis yang kala itu baru 20 tahun, baginya tak masalah. Perkawinan pun digelar dan Kurmain menjalankan “ritual” pengantin baru tanpa kendala. Namanya juga pengantin kasep, maka Kurmaim banyak rapel, jika tak mau disebut kemaruk. Tapi dia selalu bisa memuaskan istri, karena tenaganya memang rosa-rosa kayak mBah Marijan almarhum.

Tapi itu duluuuuu! Sekarang di usia 52 tahun, dia tak bisa lagi melayani istri secara normal. Istri berharap suami bisa memberikan smash-smash tajam menukik, eh malah back hand melulu, malah sering pula “bola”-nya nyangkut di net;. Tentu saja Maryuni sangat kecewa, dalam usia 35 tahun sekarang hasratnya masih menyala-nyala.

Lantaran suami sudah tak bisa diharapkan, dia pun kemudian ada main dengan Tatang, 35, lelaki tetangga. Nah, ini baru sama-sama seimbang, sehingga asal ada kesempatan keduanya menuntaskan birahinya. Tatang sih mau-mau saja, karena rejeki masak ditolak. Padahal sebetulnya dia sudah lama “nginceng” bini tetangga itu, eh sekarang malah dianya yang mau. Ini kan ibarat orang ngantuk disorong bantal.

Tapi sekali waktu sial banget. Saat keduanya memadu asmara, kepergok Kurmain.  Ributlah keduanya, sehingga kemudian terjadi baku hantam. Untung segera dilerai tetangga dan kemudian berhasil didamaikan. “Sudah, sudah, jangan diulang lagi. Sama tetangga nggak boleh berantem,” kata Pak RT mendamaikan.

Kurmain – Tatang pun salaman. Tapi seminggu kemudian, pas sama merumput di pinggir sawah, eh…..Kurmain kembali mengungkit istrinya yang tempo hari dikeloni Tatang. Tentu saja Tatang tak mau meladeni, karena sesuai  consensus, tidak boleh diungkit-ungkit lagi. Ternyata Kurmain malah mau membacoknya pakai sabit rumput. Tatang berkelit dan berhasil merebut sabit itu. Kemudian dibacokkan ke tubuh Kurmain sampai wasalam.

“Tuh lihat, Kurmain sudah saya bacok.” Kata Tatang kepada keluarga Kurmain. Gegerlah warga. Kurmain dilarikan ke rumahsakit, tapi tak tertolong. Sedangkan Tatang kemudian menyerahkan diri ke polisi. “Saya mbunuh orang, tapi nggak sengaja Pak.” Kata Tatang kepada polisi.

Sengaja atau tidak, nyawa sudah kadung lepas. (JPNN/Gunarso TS)