Wednesday, 17 October 2018

Demi Tugas, Anggota Polisi Ini Rela Jadi ‘Pengasuh Bayi’

Selasa, 27 Oktober 2015 — 8:19 WIB
Ipda Fatkhur rela menjadi 'pengasuh' balita demi memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. (Yahya)

Ipda Fatkhur rela menjadi 'pengasuh' balita demi memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. (Yahya)

JAKARTA (Pos Kota) – Pengabdian tiada batas. Demi memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, perwira polisi ini rela menjadi ‘pengasuh’ anak dari seorang ibu yang tengah mengurus perpanjangan surat ijin mengemudi (SIM).

Balita perempuan bernama Salsabila itu sempat terlihat ragu saat ibu melepaskan dari gendongannya. Sejurus kemudian balita berkerudung itu diserahkan kepada Ipda  Fatkhur Rozi, perwira polisi yang sedang bertugas di pelayanan SIM Keliling (Simling ) di Jalan Kramat Raya, Koja, Jakarta Utara.

“Ini bagian dari tugas kami, sebagai anggota polisi,” tutur Fatkhur sambil tersenyum ke arah balita yang digendongnya. Mendapat senyuman dari pak polisi, Salsabila tampak tenang. Barisan gigi mungilnya mulai ditunjukkan pertanda dirinya juga senang.

Ipda Fatkhur yang menjabat sebagai Pamin Simling Jakarta Utara  rela menjadi ‘pengasuh’ balita demi memaksimalkan pelayanan yang tengah dijalaninya. “Kami berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, termasuk menjaga anak-anak mereka yang sedang mengurus perpanjangan SIM biar tidak repot,” tandasnya lagi.  Biasanya, tugas Fatkhur menjadi ‘pengasuh’ berlangsung ketika si pemilik anak yang sedang mengurus perpanjangan SIM dalam tahapan foto. “Repot kalau waktu di foto sambil bawa anak,” .

Bagi Fatkhur, mengasuh balita bukan pekerjaan sulit. Hampir setiap hari saat di rumah, pria paruh baya ini kerap bermain dengan cucu-cucunya yang sebagian besar masih berusia balita. “Saya justru senang dengan anak-anak , jadi ingat cucu di rumah,” paparnya lagi.

TELAT LEBIH 3 BULAN

Saat ini Fatkhur bersama sejumlah anggota kebagian tugas di pelayanan Samling yang setiap harinya ‘mangkal’ di depan Islamic Center, Jalan Kramat Raya, Koja, Jakarta Utara. Samling merupakan pelayanan mengurus perpanjangan SIM secara online. “Yang jadi persoalan, banyak warga di sini yang masa berlaku SIM nya sudah terlambat lebih dari tiga bulan. Maklum mayoritas  masyarakat sini bekerja sebagai nelayan dan buruh pelabuhan yang kerap lupa dan tak sempat untuk datang ke kantor pusat. Dengan adanya Samling ini mereka mengaku terbantu,” ujar Fatkhur.

Namun sesuai dengan peraturan yang berlaku, batasan mengurus perpanjangan SIM di Samling tidak boleh lebih dari tiga bulan. “Makanya semoga saja ada pertimbangan atau kebijakan dari pimpinan mereka yang terlambat bisa mengurus perpanjangan SIM nya di mobil pelayanan Samling ini,” harap Fatkhur. (Yahya)