Saturday, 20 July 2019

Menkop: Jadikan PPKI Untuk Promosi Produk Kreatif

Rabu, 28 Oktober 2015 — 19:19 WIB
Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga di Dampingi Deputi Bidang Kebudayaan Kemko PMK, Haswan Yunas,memukul gendang menandai di bukanya secara resmi acara PPKI 2015. (Ist)

Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga di Dampingi Deputi Bidang Kebudayaan Kemko PMK, Haswan Yunas,memukul gendang menandai di bukanya secara resmi acara PPKI 2015. (Ist)

JAKARTA (Pos Kota)- Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga meminta agar Pekan Produk Kebudayaan Indonesia (PPKI) 2015 yang berlangsung 28 Oktober – 1 November 2015 dimanfaatkan betul oleh para pelaku industri kreatif untuk mempromosikan produk-produk unggulannya.

Dengan jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 80 ribu, tentu PPKI menjadi ajang yang sangat potensial membangun networking pemasaran.

“Manfaatkan ajang ini sebaik mungkin. Karena disini, pengunjung dan pelaku industri kreatif datang dari berbagai daerah,” kata  Puspayoga saat membuka PPKI 2015 di Parkir Selatan Senayan, kemarin.

Ia mengatakan PPKI menjadi salah satu bukti komitmen dan konsistensi pemerintah untuk mengembangkan ekonomi kreatif nasional. PPKI juga merupakan bentuk nyata kolaborasi Triple Helix yang terdiri dari Pemerintah, Bisnis, dan Intelektual (cendekiawan, budayawan, seniman, akademisi), untuk mewujudkan ekonomi kreatif sebagai kekuatan ekonomi baru Indonesia.

Menurut Menkop PPKI yang melibatkan pelaku industri kreatif seluruh Indonesia nantinya akan menjadi pusat promosi dan pengembangan industri ekonomi kreatif di Indonesia menuju pentas global.

Industri Kreatif Kekuatan Baru

Kekuatan ekonomi baru yang berbasis industri kreatif ini, jelas Puspayoga, terlihat dari kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia, baik kontribusi PDB, ekspor, jumlah perusahaan dan tenaga kerja yang terlibat di dalamnya. Bahkan industri kreatif mampu bertumbuh di tengah krisis global saat ini.

“Industri kreatif telah menunjukkan posisi pentingnya dalam struktur perekonomian nasional,” katanya.

Tak hanya itu, sudah tidak terhitung lagi jumlah produk kreatif dan insan kreatif yang mampu berprestasi di tingkat internasional, yang secara langsung mengangkat Citra Bangsa Indonesia. Dan sumber daya utama industri ini adalah ide kreatif yang berasal dari warisan budaya dan kearifan lokal, didukung oleh inovasi dan teknologi.

“Sumber daya ini melimpah keberadaannya dari Sabang sampai Merauke. Ini jugalah yang meyakinkan kita bahwa industri kreatif berbasis budaya dan teknologi mampu memandirikan bangsa,” paparnya.

Sementara itu, Deputi Kebudayaan Kemenko PMK Haswan Yunaz mengtakan, PPKI yang diikuti 185 both industri kreatif dari berbagai daerah di Indonesia terdiri dari tiga kegiatan utama yaitu Pameran, Konvensi dan Gelar seni budaya. (Inung/win)