Wednesday, 19 September 2018

Tanpa IMB, Bangunan Bernilai Miliaran di Jaksel Dibongkar Petugas

Rabu, 28 Oktober 2015 — 18:37 WIB
Kasie Penataan Kota Kecamatan Kebayoran Lama, Cindy Pangastuti mengawasi alat berat yang dikerahkan untuk menghancurkan bangunan ilegal miliaran rupiah di Jln Ridwan II RT 05/07 Kelurahan Grogol Utara, Jaksel, Rabu (28/10). (Rachmi)

Kasie Penataan Kota Kecamatan Kebayoran Lama, Cindy Pangastuti mengawasi alat berat yang dikerahkan untuk menghancurkan bangunan ilegal miliaran rupiah di Jln Ridwan II RT 05/07 Kelurahan Grogol Utara, Jaksel, Rabu (28/10). (Rachmi)

KEBAYORAN LAMA (Pos Kota) – Tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), bangunan besar 4 lantai bernilai miliaran rupiah di Jalam Ridwan II, Kelurahan Grogol Utara, Jakarta Selatan, dihancurkan petugas Seksi Penataan Kota (SPK) Kecamatan Kebayoran Lama.

Petugas gabungan termasuk dari Garnisun dilibatkan karena semula dikhawatirkan akan ada perlawanan dari pemilik. Bangunan 4 lantai yang berjarak sekitar 10 meter dari Kali Grogol itu sebelumnya sempat diprotes warga karena mengokupasi daerah aliran sungai (DAS).

Rencana di lokasi tersebut oleh pihak terkait akan dibangun rumah pompa untuk pengendalian banjir.

“Dua bulan lalu kami membongkar bangunan ini karena melanggar Garis Sempadan Kali (GSK) dan Garis Sempadan Bangunan (GSB), saat itu bangunan masih dua lantai,” kata Kepala Seksi Penertiban Sudin Penataan Kota Jaksel, Bonar Ambarita didampingi Kepala SPK Kecamatan Kebayoran Lama, Cindy Pangastuti di lokasi pembongkaran Jalan Ridwan II, Rabu (28/10).

Keberadaan bangunan di atas lahan 93 meter persegi dengan konstruksi rumah tinggal ini tepat di jalan buntu dan berjarak sekitar 10 meter dari bantaran kali.

Menurut Cindy, 2 minggu lalu saat monitoring pasca pembongkaran pertama, pihaknya terkejut karena pemilik justeru membangun menjadi 4 lantai. Selain itu juga menutup akses jalan ke bantaran kali dengan membuat tembok permanen setinggi 3 meter di pinggiran kali.

Langsung Menyegel

Saat itu juga Cindy langsung menyegel mati pelaksanaan pembangunan yang sudah berkisar 60 persen. Serta membo

“Hal yang sangat fatal, bangunan ini ternyata menggunakan IMB bodong. Anak buah saya sempat digertak seseorang yang mengaku sebagai beking bangunan tersebut supaya jangan mengganggu bangunan ‘pegangannya’,” tandas Cindy.

Cindy menuturkan alat berat dikerahkan untuk merontokkan struktur tulang dari bagian bangunan supaya tidak bisa dilanjutkan kembali dan pemiliknya kapok.

Saat penertiban kedua, Cindy dibantu 10 kuli panggul dan 20 petugas gabungan dari Garnisun, Polsek dan Koramil.

Warga mendukung aksi aparat dalam penertiban bangunan bermasalah. “Sangat ironis jika bantaran kali bisa dibangun hunian ataupun tempat komersil,” ujar Teguh, warga RT 07 Grogol Utara. (Rachmi/win)