Tuesday, 25 September 2018

3 Jasad Penambang Emas Ilegal Dievakuasi dari Gunung Butak

Kamis, 29 Oktober 2015 — 11:07 WIB
Evakuasi Gurandil dinyatakan selesai.

Evakuasi Gurandil dinyatakan selesai.

BOGOR (Pos Kota) – Lokasi terkuburnya 12 Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di lubang penambangan emas Blok Gunung Butak, Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor diketahui.

Jasad tiga orang penambang ilegal diantaranya telah dievakuasi. Dan membawanya ke pos komando di Kantor PT Aneka Tambang (Antam) untuk dilakukan identivikasi oleh tim DVI Mabes Polri. Sementara tujuh lagi, kini dalam proses evakuasi dari dalam lubang sedalam 800 meter dengan kemiringan tebing 90 derajat.

Keberadaan para gurandil ini diketahui petugas gabungan Polri, TNI, PMI, Antam dibantu sukarelawan warga yang tak lain keluarga korban.

Sukarelawan yang juga mantan gurandil ini, bekerja tanpa henti, demi memastikan nasib anggota keluarga mereka yang tertelan bumi Pongkor Antam saat melakukan kegiatan ilegal menggali emas.

Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto mengungkapkan, tiga jenasah PETI sudah tiba di pos komando. Sekarang sedang dilakukan identivikasi.

“Kondisi jenazahnya sudah membusuk dengan aroma kurang sedap. Kini Disaster Victim Identification (DVI) tengah mengidentivikasi,”kata AKBP Suyudi.

Hasil identifikasi, tiga jenazah diketahui bernama, Ade 30, warga Kampung Pasirmaung, Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, Bogor, Solikin 26, warga Kampug Liut, Desa Kalongliut, Kecamatan Nanggung, Bogor dan Ajit 30, warga Kampung Cibeberkidul, Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Bogor.

Lebih lanjut Suyudi menjelaskan, sejak pukul 20.45 Rabu (28/10) malam, polisi dibantu warga sudah menemukan dua jenazah. Selang tiga jam atau pukul 23.50 WIB, satu jenazah lagi ditemukan.

Ketiga jenasah yang berhasil diangkat, berada dalam lubang dengan kedalaman sekitar 200 meter. Untuk evakuasi Kamis (29/10) pagi, telah diberangkatkan tim tambahan untuk melanjutkan pencarian dengan membawa tabung oksigen untuk memaksimalkan pencarian.

Kapolres berharap, semoga masih ada peluang para penambang tersebut ditemukan dalam kondisi hidup. “Dalam lubang tersebut berbentuk seperti sarang semut. Jalan keluar-masuk satu jalan. Namun didalam terdapat banyak lorong atau bilik-bilik lubang lain. Tim evakuasi tadi malam melihat ada sinar lampu dalam lubang. Makanya punya harapan, semoga masih ada yang hidup,” katanya.

“Dengan bertambah lagi 12 gurandil tertimbun dan jika semua tewas, maka data yang ada sejak tahun 1998 hingga 2015, jumlah gurandil yang tewas mencapai 368 orang,”tandas AKBP suyudi. Sementara untuk korban luka berat tercacat ada 166 orang lalu luka ringan 98 orang.(yopi/ruh)