Friday, 20 September 2019

Indonesia Kekurangan Dosen

Kamis, 29 Oktober 2015 — 12:32 WIB
Foto-Dirjen Sumber Daya Iptek Kemenristek Dikti Prof Ali Ghufron Mukti . (Inung)

Foto-Dirjen Sumber Daya Iptek Kemenristek Dikti Prof Ali Ghufron Mukti . (Inung)

JAKARTA (Pos Kota)- Memenuhi kebutuhan dosen di Indonesia, Kementerian Riset Teknologi (Riset) dan Pendidikan Tinggi (Dikti) mendorong praktisi untuk menjadi dosen khusus. Dengan terobosan tersebut diharapkan tidak ada penutupan program studi di perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

“Fakta menunjukkan bahwa beberapa program studi memang kekurangan dosen. Jika nisbah atau rasio antara dosen dengan jumlah mahasiswa tidak terpenuhi, maka penutupan prodi tentu tak bisa dihindari,” jelas Dirjen Sumber Daya Iptek Kemenristek Dikti Prof Ali Ghufron Mukti pada malam apresiasi Diktendik Kemenristek Dikti, Kamis (29/10/2015).

Para dosen dari kalangan profesi ini dapat menjalankan fungsinya setelah terbitnya Permenristek dikti nomor 26/2015. Nantinya para dosen profesional ini diberikan nomor induk nasional dosen khusus.

Terkait apresiasi pendidik dan tenaga kependidikan 2015, Ali mengatakan bahwa itu merupakan salah satu bentuk apresiasi pemerintah dalam memuliakan para pendidik. Jumlah peminat tahun ini mengalami peningkatan sekitar 17 persen yakni dari 250 peserta menjadi 293 peserta. Mereka diusulkan melalui internal perguruan tinggi dan kopertis bagi PTS.

Diakui Ali, dari juah peserta tersebut sesungguhnya belum mewakili perguruan tinngi yang ada di Indonesia yang mencapai 132 PTN dan lebih dari 3000 PTS.
Adapun para pemenang penghargaan adalah sebagai berikut. Kategori dosen terbaik berturut-turut dimenangkan oleh Budi Wikeko (UI), Deendarlianto (UGM), Andri Dian Nugraha (ITB).

Lalu tenaga administrasi secara berturut-turut dimenangkan oleh Clara Tjahaya Candrasari (Unika Widya Mandala Surabaya), Hestining kurniastuti (STIMIK AMIKOM Yogyakarta).

Lalu ketua program studi dimenangkan I Wayan Nurjaya (IPB), Bambang Pramujadi (ITS), Indradi Wijatmiko (Unibraw). Tenaga laboran dimenangkan Tri Yuliati (UGM), Sofyan (IPB) Tri Kurniati (UI).

Pengelola keuangan dimenangkan oleh Riza Firmansah (UNS), Fachrurroji (Univ Negeri Padang) Yusuf Mulus, Riptianto (Univ. Negeri Surabaya). Pustakawan Chandra Pratama Setiawan (UK Petra Surabaya) Aprilia Mardiastuti (UGM) dan Hetty Gultom (USU). (inung/ruh)

  • http://www.tipituner.net/ Ega Zulfikar

    Hestining Kurniastuti dari UGM tuh om. Bukan STIMIK AMIKOM