Monday, 25 September 2017

Kejurnas Catur Digelar di Pondok Gede

Kamis, 29 Oktober 2015 — 16:12 WIB
: Ketua Umum PB Percasi Hasyim Djoyohadikusumo bersama Piala yang diperebtkan di Kejurnas Catur. (prihandoko)

: Ketua Umum PB Percasi Hasyim Djoyohadikusumo bersama Piala yang diperebtkan di Kejurnas Catur. (prihandoko)

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 442 pecatur dari 34 provinsi tampil di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-45, mulai 28 Oktober – 4 November, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Kejurnas dibuka secara resmi Deputi IV Kemenpora, Prof. Djoko Pekik yang didampingi perwakilan KONI Pusat, Suryadharma, Ketua Umum PB Percasi, Hashim Djoyohadikusumo dan Anggota Komisi X DPR RI GM. Utut Adianto.

Djoko Pekik mengharapkan cabang catur lebih banyak lagi mencetak atlet bergelar Grand Master (GM). Meski proses untuk mencapai prestasi itu tidaklah mudah.

Ketua Umum PB Percasi, Hashim Djoyohadikusumo, berjanji pihaknya berupaya  terus mencetak atlet potensial meski terbentur anggaran yang terbatas.“Dengan situasi ini, kami berupaya mencari terobosan-terobosan lain seperti dengan cara yang murah dengan berupaya mengangkat prestasi para pecatur melalui internet,” kata Hasyim.

Terobosan ini dinilai sangat efisien untuk menyebarluaskan pembinaan melalui internet yang saat ini sudah bisa diakses di setiap daerah. “Saya lihat teknologi internet kian maju. Banyak pertandingan catur bisa dilihat melalui internet. Para pecatur di seluruh Indonesia bisa belajar teknik atau pengetahuan catur melalui fasilitas ini,” jelas Hasyim.

Sedangkan GM Utut Adianto mengatakan, pihaknya tetap bahu-membahu dalam suka maupun duka untuk menciptakan atlet catur yang tangguh dan berkarakter hingga tidak mudah menyerah.

Kejurnas sendiri akan menerapkan sistem pertansingan Swiss XI babak. Sedangkan catur cepat dan catur kilat ditiadakan. Ini merupakan hasil dari Rakernas Percasi ke-37/2014 di Makassar, karena pertimbangan ketahanan fisik para atlet bila harus turun berlaga di beberapa format pertandingan dengan jeda waktu istirahat yang sangat singkat.

Para peserta terbagi dalam 17 kelompok: Kelompok Terbuka, Kelompok Wanita, 7 Kelompok Umur Junior Putra/Putri, dan Kelompok Veteran.(prihandoko)