Thursday, 27 July 2017

Buntut Unjukrasa Mahasiswa YAI Pihak Kampus Beri Keringanan Bayar Kuliah

Jumat, 30 Oktober 2015 — 17:35 WIB
rektor upi yai yudi julius (tengah) saat memberikan keterangan kepad wrtwasn

rektor upi yai yudi julius (tengah) saat memberikan keterangan kepad wrtwasn

JAKARTA (Pos Kota) – Buntut unjukrasa yang dilakukan ratusan mahasiswa Universitas Persada Indonesia Yayasan Administrasi Indonesia (UPI YAI), pihak kampus bakal memberi keringanan membayar uang kuliah. Hal itu terkait aksi penipuan yang dilakukan oknum mahasiswa dengan modus cash back jika membayar uang kuliah kepada pelaku.

“Kami buat kesepakatan kepada mahasiswa yang punya masalah untuk membayar semampunya dan buat surat permohonan,” kata Rektor UPI YAI Yudi Julius, Jumat (30/10/2015).   Kesepakatan tersebut menyusul pertemuan antara pihak Rektorat, Senat, dan BEM pada 15 Oktober silam.  Pihaknya pun telah melakukan pemanggilan terhadap 751 mahasiswa yang menjadi korban itu, dan mereka mengakui membayar melalui pihak ketiga.

Menurut Yudi, dari 751 Mahasiswa yang menjadi korban penipuan sudah ada 80 persen yang telah melakukan registrasi ulang sebagai mahasiswa aktif.  “Kita tahu mahasiswa sudah jadi korban, kita pun korban. Jadi mari bersama, kita cari dalang pelaku tindak penipuan ini. Karena pihak yang melakukan provokasi dan orasi bukan juga korban, termasuk empat orang yang sudah jadi tersangka,” kata Yudi.

Kampus pun, kata Yudi, sudah menyampaikan prosedur pembayaran yang harus dilakukan mahasiswa. Namun dia mengakui bahwa slip pembayaran yang diperlihatkan mahasiswa untuk bisa dapat kartu ujian atau lainnya tak dicek satu per satu ke bank. “Kami lihat ada slip pembayarannya, ya, itu dianggap sudah bayar. Sebab, ada seribu mahasiswa dan nilainya bisa dibilang kecil kalau dicek satu per satu,” ujarnya.

CARI DALANG

Tim Kuasa Hukum Universitas YAI meminta polisi untuk terus mencari dalang kasus penipuan yang dilakukan oknum mahasiswa dengan modus cash back fiktif.  Tim Kuasa Hukum Kampus YAI, Syamsul Huda Yudha mengatakan, tindak pidana yang dilakukan oleh empat mahasiswa yang kini sudah ditetapkan jadi tersangka sangat rapi dan profesional.

“Itu terlihat dari masifnya mereka menipu ratusan mahasiswa. Memang diantara empat yang ditetapkan jadi tersangka adalah otaknya, tapi kami minta polisi untuk terus mengejar dalang dan aktor intelektualnya. Karena kami yakin mereka tak bekerja sendiri,” ujar Yudha.

Hal itu, kata Yudha juga diperkuat dengan rapihnya mereka memalsukan slip pembayaran dari bank Mandiri. “Bank Mandiri juga sudah dimintai keterangan, dan memang validasi mereka palsu. Inijuga harus dikejar polisi,” ujarnya. Yudha mewikili pihak Universitas YAI juga mengapresiasi pada MY, seorang mahasiswa baru yang berani melaporkan aksi penipuan berkedok pembayaran uang kuliah fiktif dengan iming-iming cash back tersebut ke pihak rektorat dan ke kepolisian. “Ini murni kasus hukum  yang dilakukan mahasiswa,” ujar Yudha. (yahya)