Wednesday, 19 June 2019

Antisipasi Ricuh Polres Serang Gelar Simulasi Unjukrasa

Sabtu, 31 Oktober 2015 — 14:56 WIB

SERANG (Pos Kota) – Dalam rangka menjaga kesiapsiagaan personelnya untuk menghadapi situasi yg tidak kondusif dari aksi demonstran yang kerapkali berakhir ricuh, jajaran Polres Serang menggelar simulasi penanggulangan aksi unjuk rasa yg mengarah kepada aksi anarkis. Simulasi penanggulangan aksi sesuai dengan Perkap No 16/ 2006 tentang pengendalian massa maupun Perkap No 1/ 2010 tentang penanggulangan aksi anarkis.

Didalam simulasi tersebut menggambarkan aksi unjuk rasa berakhir ricuh, sehingga polisi harus mengamankan beberapa orang yang dicurigai sebagai provokatornya. Kegiatan simulasi penanggulangan aksi unjuk rasa anarkis itu digelar di halaman Mapolres Serang, Sabtu (31/10).

“Kegiatan ini merupakan agenda rutin Polres Serang dan jajaran yang merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan jajaran polres serang  dalam rangka menghadapi situasi apa pun yang terjadi di tengah masyarakat,” ujar Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Serang, Kompol Yoga Priyahutama usai simulasi.

Menurut Kabagops, kegiatan simulasi yang digelar itu melibatkan semua Satuan Fungsi Polres Serang yaitu Satuan Intelkan, Reskrim, narkoba, Sabhara, Lalulintas, Provost serta Binmas. Selain fungsi diatas, jajaran polsek seluruhnya juga dilibatkan, termasuk instansi samping dari jajaran TNI berikut peralatan dan petugas dari Damkar Kota Serang.

“Kegiatan rutin kita lakukan dikarenakan Serang sebagai ibukota provinsi, juga membawahi Kota dan kabupaten yang hampir setiap hari yg dihadapi aksi unjukrasa,” kata Kompol Yoga menambahkan.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2000 ini menyatakan, dalam simulasi menghadapi unjukrasa ini, pihaknya menurunkan sekitar 500 personel jajaran Polres Serang.

Dalam simulasi itu ditampilkan saat rombongan massa dengan menggunakan berbagai kendaraan mendatangi Kantor Bupati untuk menuntut apa yg menjadi hak-nya. Adapun berbagai upaya persuasif dilakukan para personil dalmas dalam menghadapi massa. Hanya saja, massa yang berusaha menerobos barikade menjadikan aksi unjuk rasa berujung anarkis. Bahkan beberapa provokator  juga memprovokasi  massa yg lain dengan cara membakar ban ditengah jalan. (haryono/yh)