Thursday, 20 September 2018

Apa Saja yang Terancam Hukuman Cambuk di Arab Saudi?

Minggu, 1 November 2015 — 22:16 WIB
Karl Andree

KARL ANDREE telah mendekam selama satu tahun di penjara setelah ditahan polisi agama Saudi. Kakek 74 tahun asal Inggris yang terancam hukuman cambuk karena minum anggur beralkohol di Arab Saudi

Kini keluarga besar Andre pun mengatakan mereka sangat gembira dia akan segera dibebaskan.

Berita pembebasan Karl Andree diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammon yang berkunjung ke Arab Saudi.

Berita dibebaskannya Karl Andree disinggung lebih dari 2700 kali di Twitter sejak pengumuman rencana pembebasannya.

Minuman beralkohol dilarang di Arab Saudi dan hakim dapat menjatuhkan hukuman di depan umum atau dicambuk bila dinyatakan bersalah.

Hukuman cambuk mengakibatkan luka parah kulit dan juga dapat menyebabkan kerusakan syaraf, infeksi, dan trauma kejiwaan menurut sejumlah pakar.

Badan HAM Amnesty Internasional mengatakan pencambukan biasanya dilakukan dengan tongkat dipukulkan ke punggung terpidana di depan umum. Terpidana biasanya diizinkan menggunakan satu lapis baju.

APA SAJA ?

Minuman beralkohol bukan satu-satunya perbuatan yang dapat dikenakan ancaman cambuk di Arab Saudi. Berikut sejumlah tindakan lain dengan ancaman cambuk.

‘Menghina Islam melalui saluran elektronik’

Pada 2014, blogger Saudi Raif Badawi dipenjara dan dihukum 1.000 cambuk karena “menghina Islam melalui saluran elektronik.”

Ia dicambuk 50 kali pada Januari lalu namun video hukuman cambuk Badawi memicu kecaman internasional. Hukuman cambuk berikutnya terhadap Badawi ditunda karena alasan kesehatan.

Badawi mendapatkan penghargaan hak asasi manusia Parlemen Eropa, Sakharov, pada hari Kamis (29/10).

Berduaan dengan lawan jenis

Pada tahun 2006, dua pria dan seorang wanita berusia 75 tahun dihukum cambuk karena ‘kejahatan moral.” Mereka bertemu dengan lawan jenis yang bukan saudara dekat.

Dalam sidang, kedua pria tersebut mengatakan mereka mengirim roti untuk Khamisa Mohammed Sawadi. Seorang di antaranya juga mengatakan Khamisa masih saudara karena pernah disusui wanita itu.

Pengadilan menolak argumen itu dan menghukum Khamisa dan salah seorang pria dengan 40 kali hukuman cambuk serta empat bulan penjara. Sementara pria lainnya dijatuhi hukuman 60 kali pencambukan dan enam bulan penjara.

Perzinahan

Seorang wanita berusia 19 tahun yang dikenal dengan nama “Perempuan al-Qatif” tengah bersama rekan prianya saat ia diperkosa beramai-ramai oleh tujuh pria.

Wanita dan pria itu diganjar enam bulan penjara dan 200 kali cambuk masing-masing, dan pihak berwenang menyatakan wanita itu mengaku melakukan skandal.

Kuasa hukumnya dicabut izinnya sementara karena mengkritik keputusan hakim terhadap perempuan itu.

Woman Driver Saudi

Di Arab Saudi, kaum wanita resminya masih dilarang mengemudi

Mengendara mobil…bila Anda wanita

Pemerintah Arab Saudi khawatir bila wanita diizinkan menyetir mobil, mereka akan lebih sering meninggalkan rumah.

Perempuan hanya diizinkan mengendara mobil di gurun pasir atau di dalam pekarangan tertutup. Keluarga di Saudi banyak yang memiliki sopir untuk mengantarkan para wanita bepergian.

Sejumlah wanita dihukum cambuk setelah mereka melakukan protes menentang diskriminasi menyetir mobil.

Homoseksual

Homoseksualitas dianggap ilegal di Arab Saudi dengan ancaman hukuman penjara, denda, cambuk, kebiri dan bahkan hukuman mati.

Pada bulan Juli 2014, pengadilan menjatuhkan penjara kepada seorang pria berusia 24 tahun selama tiga tahun dan 450 kali hukuman cambuk karena mengatur untuk bertemu dengan seorang pria di Twitter.

Sejumlah pria lain juga dikenakan hukuman cambuk karena hadir dalam “pernikahan pria gay”, yang tetap diselenggarakan walaupun pernikahan sejenis tidak diakui.

Mengganggu perempuan

Pada tahun 2000, sejumlah remaja laki di Arab Saudi yang dilaporkan “mengganggu” para siswi menghadapi hukuman cambuk di depan umum.

Ancaman ini terjadi setelah pengaduan dari para siswi dan orang tua mereka tentang remaja laki yang sering berkeliaran di luar sekolah.

Membawa cokelat berisi minuman keras

Seorang pria Filipina dihukum penjara dan 75 kali cambuk karena membawa dua batang cokelat berisi alkohol ke Arab Saudi.

Ia mengklaim membeli cokelat itu saat pesawat transit dan tidak sadar cokelat itu berisi alkohol, yang dilarang di negara itu. – BBC/d