Tuesday, 20 November 2018

4.000 Pengendara Terjaring Razia di Sukabumi

Selasa, 3 November 2015 — 19:16 WIB
Pelanggar lalulintas di Sukabumi sedang menjalani sidang. (sule)

Pelanggar lalulintas di Sukabumi sedang menjalani sidang. (sule)

SUKABUMI (Pos Kota) – Sekitar 4.000 pengendara, baik roda maupun empat, terjaring Operasi Zebra Lodaya 2015 yang digelar Satlantas Polres Sukabumi mulai 22 Oktober hingga Selasa (3/11/2015). Pelanggaran didominasi oleh pengendara sepeda motor yang tidak memilik Surat Izin Mengemudi (SIM), berbocengan tiga orang, dan tidak mengenakan helm.

Menurut KBO Satantas Polres Sukabumi, Ipda Agus Suhendar, hampir 60 persen pelanggar merupakan pengendara roda dua. Operasi Zebra Lodaya, dilakukan untuk memimalisir terjadinya kecelakaan lalin dan kemacetan. Operasi ini berakhir pada Rabu (4/11/2015).

“Sejak dimulainya operasi ini sudah mencapai 4 ribu pengendara yang terjaring. Umumnya memang tidak memiliki SIM dan terutama pengendara roda dua yang tidak memiliki SIM dan kelengkapan surat-surat,” kata Agus.

Untuk operasi pada Selasa (3/11/2015), lanjut Agus, secara serentak dilakukan sidang di tempat. Tindakan ini untuk mempermudah para pelanggar memproses ketika ditilang. Dalam operasi sidang di tempat ini, kepolisian melibatkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Cibadak dan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cibadak.

Diakui Agus, kendala pelaksanaan operasi di wilayah hukumnya dikarenakan luasnya wilayah dan minimnya personil. Dalam sekali operasi, idealnya personil yang diterjunkan sebanyak 30 orang. Namun kali ini hanya mampu menerjunkan 25 orang.

Di lain sisi, sejumlah warga menilai seringnya operasi kendaraan oleh kepolisian kurang efektif. Pasalnya, sehabis operasi tak sedikit pengendara yang masih melanggar aturan lalin.

“Harusnya kepolisian mempermudah pembuatan SIM. Tuh lihat saja, sehabis operasi kepolisian masih ada pengendara sepeda motor yang tak memakai helm,” cetus U Herlan, warga Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi. (sule/yp)