Thursday, 19 September 2019

KPK Tetapkan Lima Tersangka Baru Dalam Kasus Gatot Jilid 3

Selasa, 3 November 2015 — 20:27 WIB
Johan Budi SP, Plt Wakil KPK dalam konfrensi pers, Selasa (3/11).

Johan Budi SP, Plt Wakil KPK dalam konfrensi pers, Selasa (3/11).

JAKARTA (Pos Kota) – Setelah melakukan proses penyelidikan dan mengadakan beberapa kali gelar perkara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menetapkan lima tersangka baru dalam kasus dugaan pemberian hadiah atau janji kepada DPRD Sumatera Utara (Sumut) untuk periode 2009-2014 dan 2014- 2019.

Johan Budi SP, Plt Wakil KPK, Selasa (4/11) malam, mengatakan kelima tersangka tersebut merupakan mantan Ketua dan wakil ketua serta anggota DPRD Sumut yang diduga sebagai penerima hadiah atau janji dari Gubernur Sumut nonaktif, Gatot Pujo Nugroho (PGN).

Dari kelima tersangka baru tersebut, tiga diantaranya adalah Saleh Bangun (SB), selaku Ketua DPRD periode 2009-2014, Chaidir Ritonga (CHR), selaku Wakil Ketua DPRD periode 2009-2014, serta Ajib Shah (AJS), selaku anggota DPRD periode 2009-2014. Untuk ketiga tersangka ini, diduga menerima hadiah atau janji berkaitan persejuaan laporan pertangung-jawaban untuk anggaran 2012-2014. Kemudian persetujuan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2013-2014.

Kemudian pengesahannya, APBD 2013-2014 kemudian 2014-2015. Terakhir, adalah penggunakan atau penolakan hak interplasi di Provinsi Sumut 2015. Terhadap perkara yang di sebut itu diperuntukan untuk tersangka GPN, selaku Gubernur Sumatra Utara. Ia diduga sebagai pemberi hadiah atau janji kepada anggota DPRD. Ia disangka melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU nomor 31/1999 sebagaimana diubah 20/2001 jo pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Sementara untuk SB, CHR, dan AJS diduga sebagai penerima hadiah. Ketiganya disangka melanggar
12 huruf a atau b atau pasal 11 uu no 31/1999 sebagaiana diubah 20/2001 jo pasal 64 ayat 1 dan pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. Selain ketiga tersangka tersebut, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya, yakni Kamaludin Harahap (KH), selaku wakil ketua DPRD periode 2009-2014 dan Sigit Pramono Asri (SPA), selaku wakil Ketua DPRD 2009-2014.

Dalam kasus ini, keduanya diduga menerima hadiah atau janji dari Gatot, terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban 2012. Lalu persetujuan perubahan APBD tahun anggaran 2013. Kemudian pengesahan APBD tahun anggaran 2014, serta pengesahan APBD tahun anggaran 2015. Dalam kasus ini, keduanya disangka melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 uu 31/1999 sebagaimana diubah 20/2001 jo pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. Sedangkan Gatot diduga sebagai pemberi hadiah atau janji.

“Setelah melakukan proses penyelidikan sejak beberapa waktu yang lalu. Kemarin juga ada gelar perkara, mungkin yang ketiga atau yang keempat. Dari gelar perkara, disimpulkan bahwa telah ditemukan dua bukti permulaan yang cukup yang kemudian ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan,” kata Pelaksana tugas Wakil Ketua KPK, Johan Budi Sapto Prabowo dalam jumpa wartawan, Selasa (3/11).

Dalam kasus ini, pihak penyelidik dan penyidik KPK akan terus mendalami, terutama terkait total nominal uang yang diberikan Gatot sebagai pemberi kepada para tersangka sebagai penerima hadiah atau janji. “Ini sedang kami dalami proses penyelidikan dan tidak bisa menyampaikan detail, yang bisa kami sampaikan adalah setelah melakukan beberapa gelar perkara, penyelidik dan penyidik menyimpulkan dua bukti permulaan yang cukup,” tegasnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Gatot sebagai tersangka dalam dua kasus yang kini sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Gatot sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap Hakim dan Panitra PTUN Medan. Kemudian Gatot bersama istri, Evy Susanti juga terjerat dalam kasus suap pengamanan kasus suap pengamanan dana Bansos di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut dan atau Kejaksaan Agung )Kejagung). Ia juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang juga menjerat mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasional Demokrat, Patrice Rio Capella. (junius)