Monday, 22 July 2019

Di Tangsel, Waria Diberi Modal Usaha

Rabu, 4 November 2015 — 23:50 WIB
Sejumlah waria se Kota Tangsel yang mengikuti penyuluhan dari Dinsosnakertrans setempat. (anton)

Sejumlah waria se Kota Tangsel yang mengikuti penyuluhan dari Dinsosnakertrans setempat. (anton)

SERPONG UTARA (Pos Kota) – Masyarakat penyandang masalah kesejahteraan sosial khususnya kalangan wanita dan pria (waria) diharapkan tak lagi ‘berkeliaran’ di pinggir jalan saat malam hari dan lainnya tapi diminta dapat bekerja lebih profesional, kreatif dan memiliki kemauan yang tinggi untuk meningkatkan perekonomiannya.

“Sekarang bukan jamannya lagi waria ‘mejeng’ di pinggir jalan untuk mencari nafkah terlebih malam hari tapi diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tangsel, Purnama Wijaya saat penyuluhan ke waria se Kota Tangsel, di Serpong Utara, Rabu (4/11/2015)

Keberadaan waria sekarang mendapatkan pelayanan dan rehabilitasi sosial dari pemerintah seperti memberikan bantuan permodalan agar mereka dapat hidup bermasyarakat serta lebih berdaya khususnya hal psikologis dan ekonomi dalam membuka dunia usaha.

Sebagai salah satu kota baru yang terus berkembang pesat dalam pembangunan, usaha serta bisnis Kota Tangsel tentunya memiliki keragaman masyarakat serta pekerjaan maupun usahanya seperti salon, kafe, karoke, pusat belanja, warung makan dan lainnya.

Menurut dia, program peningkatan ekonomi masyarakat di Kota Tangsel sudah lama dilakukan terlebih adanya program bantuan sosial ekonomi yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) periode 2011 – 2016 yang memiliki tujuan agar masyarakat punya daya saing serta kreatif mengembangkan usahanya.

Keberadaan waria di wilayah Tangsel yang cukup banyak tentunya harus memiliki kemauan yang tinggi untuk merubah hidupnya dalam bidang usaha seperti tata boga, salon kecantikan, tata rias, rumah makan dan lainnya untuk meningkatkan ekonominya sehari-hari. “Jika dapat dilaksanakan dengan sungguh-sungguh tentunya akan berhasil dan tak lagi kerja turun ke jalan,” imbuhnya.

Sedangkan, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat, Abdul Rojak, menambahkan mereka yang menyandang waria hendaknya tak rendah diri atas kondisi yang ada saat ini dan mereka harus memiliki jiwa waria yang dapat memberikan manfaat positif bagi semua orang.
Pembuktian diri kemasyarakat umum bahwa waria juga memiliki martabat, hak untuk hidup, berserikat serta bermasyarakat hendaknya perlu ditanamkan dalam diri agar bisa menjadi yang lebih baik lagi terlebih bila mau membuka usaha sendiri seperti salon, rumah makan, kesenian dan lainnya, tuturnya. (anton/ruh)