Monday, 24 September 2018

RSUD Koja Terapkan Sistem Daftar Pasien Baru

Kamis, 5 November 2015 — 8:06 WIB
Foto- Direktur Utama RSUD Koja, Theryoto, sedang memberi pemahaman kepada warga yang ingin mendaftar berobat. (wandi)

Foto- Direktur Utama RSUD Koja, Theryoto, sedang memberi pemahaman kepada warga yang ingin mendaftar berobat. (wandi)

KOJA (Pos Kota) -Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, saat ini menerapkan sistem baru Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) bagi pasien pemilik kartu BPJS. Ini dilakukan tujuannya untuk mempercepat dan hilangkan antrian panjang warga yang hendak berobat.

 

Pendaftaran sistem baru komputer ditempatkan di lantai dasar gedung baru RSUD Koja, blok D. Sebanyak 8 unit komputer lengkap dengan masing-masing sensor tiap komputer sudah disediakan. Masyarakat yang ingin berobat hanya cukup menempelkan kartu BPJS sudah langsung terdaftar.

 

Direktur Utama RSUD Koja, Theryoto, mengatakan saat ini pihaknya menerapkan sistem pendaftaran sistem baru secara online. Sistem ini sudah berjalan sejak dua minggu lalu dan diharapkan akan memudahkan sipasien yang hendak berobat.

 

“Selama memang masih menggunakan secara manual sehingga setiap pasien yang akan mendaftar memakan waktu cukup lama yakni 3 menit hingga 4 menit. Tapi dengan menggunakan sistem baru ini hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit,”terang Theryoto.

 

Dikatakan oleh Dirut RSUD Koja, setiap hari, pasien BPJS yang berobat ke RSUD Koja, cukup banyak yakni kurang lebih 800 pasien. Jadi jika dengan pendaftaran sistem komputer bisa dilakukan oleh pasien atau keluarga pasien tanpa harus antri berjam-jam.

 

Layanan ini dibuka mulai pukul 07.00-12.00, makanya dirinya ke depan tidak ada lagi antrian pasien. Selain itu, juga demi memberikan layanan kesehatan pada masyarakat.

 

“Tahun ini kami sudah menambah fasilitas baru berupa 22 tempat tidur ICU, 22 tempat tidur ICCU, 22 tempat tidur PICU dan 30 tempat tidur NICU. Selain itu juga menambah mesin cuci darah dari yang awalnya hanya 15 unit kini menjadi 60 unit,”katanya.

 

Theryoto juga menambahkan, selain menambah fasilitas ruangan ini pihaknya juga menambah tempat tidur yang semula 578 tempat tidur kini menjadi 950 tempat tidur. Dari jumlah tersebut sebanyak 90 persen ruangan merupakan kelas tiga.

(wandi/sir)