Tuesday, 25 September 2018

Surat Edaran Soal Ujaran Kebencian Rawan Fitnah

Kamis, 5 November 2015 — 20:11 WIB

SENAYAN (Pos Kota) – Surat Edaran (SE) soal ujaran kebencian (hate speech) yang dikeluarkan Kapolri Badrodin Haiti, dinilai kalangan wakil rakyat, terkesan memiliki kepentingan politik. Ini menyusul banyaknya kritik terhadap kebijaksanaan Presiden Joko Widodo.

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, melihat surat edaran (SE) Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menjadi bias manakala tidak bisa membedakan antara kritik tajam dengan penghinaan (ujaran kebencian).

“Maksud SE Polri itu sekilas memang baik untuk mengawasi berbagai isu di sosial media. Tetapi menjadi kontraproduktif ketika para wakil rakyat mengkritik sebagai fungsi pengawasan disangkakan sebagai ujaran kebencian,” ujar politisi Gerindra itu saat dihubungi wartawan.

Alhasil, katanya, SE Kapolri seharusnya memuat jelas pembeda antara kritik dan ujaran kebencian seperti fitnah. Artinya, ia melanjutkan, jangan sampai penyampai kritik malah dijerat hukum lantaran tidak jelas perbedaan kritik dan ujaran kebencian. Karenanya, Fadli Zon berharap surat edaran Kapolri tentang ujaran kebencian itu jangan sampai menjadi alat politik pemerintah untuk membungkam suara kritis masyarakat.

“Apalagi bagi DPR, kritik adalah sesuatu keniscayaan dalam pengawasan. Tetapi, jika ujaran kebencian dijadikan alat politik pemerintah maka dipastikan tidak ada demokrasi,” tandasnya . (rinaldi)