Sunday, 18 August 2019

KBPPP dan YAB-ITI Bantu BNN Tanggulangi Masalah Narkoba

Jumat, 6 November 2015 — 12:26 WIB

JAKARTA (Pos Kota)- Kondisi Indonesia yang sudah dalam darurat Narkoba telah memaksa semua pihak untuk turut bergerak dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Indonesia.

Oleh karena ittu, sebagai elemen masyarakat, Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) dan Yayasan Anak Bangsa- ITI (ILMCI Group – LP21 Tipikor) terpanggil untuk bekerja sama Badan Nasional Narkotika (BNN) dalam rangka menanggulangi masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang mengkhawatirkan itu.

Kerja sama antara tiga pihak ini dikuatkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara BNN dengan KBPPP dan YAB ITI di kantor BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Jumat (6/11).

Nota kesepahaman ini ditandatangani oleh Kepala BNN Komjen Budi Waseso dan Ketua Umum Pimpinan Pusat KBPP AH Bimo Suryono, serta Ketua YAB-ITI, Sofian Tjandera.

“Bagi kami kerja sama ini  mewujudkan peran serta putra putri Polri dalam proses pembangunan nasional,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat KBPP, AH Bimo Suryono, di BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Jumat (6/11).

Ia menyatakan, penegakan hukum dianggap tidak berjalan efektif karena masih banyak mafia narkoba yang beredar dan semakin meningkat.

5,9 Juta Pemakai Narkoba

Sementera itu, Kepala BNN Budi Waseso menyatakan fakta luar biasa penggunaan narkoba dari tahun ke tahun terus meningkat di Indonesia. Tahun 2014  pemakaian narboka oleh 4,2 juta dari umur 9-10 tahun dan tahun 2015  5,9 juta pemakai narkotika. Paling banyak pemakaian dipakai oleh pemuda-pemudi bangsa.

“Tidak ada efek jera bagi pengedar maupun pemakai dan kami pihak BNN akan mencoba mengusulkan merevisi uu terkait hukuman pada pengedar dan pengguna narkoba,” ujar Budi Waseso.

Pihak BNN sangat mendukung hukuman mati pada pengedar narkoba yang marak di Indonesia agar ada efek jera untuk pembunuh massal dan pembunuh berencana (pengedar narkoba) generasi bangsa.

“Saya sih pengennya pengguna narkoba itu dikasih efek jera menggunakan ide-ide gila sekalia  kaya 100 narkoba suruh aja 4 orang pengguna narkoba habiskan biar tidak membuat pusing BNN atau pun pihak-pihak polisi lainnya dan uu mati bagi pengedar harus tetap ditindak tegas agar mereka jera,” ujar tambah Budi Waseso.

Aparat Dihukum Berat

Beberapa waktu dekat ini ketahuan instansi TNI terpegoki salah satu pemakai narkoba dan menjadi perhatian khusus Kepala BNN Budi Waseso.

“Dari aparat pemerintahan harusnya tidak ada yang melanggar HAM apalagi yang sifatnya memakai narkoba. Pekerja pemerintah yang memakai narkoba harusnya dihukum lebih berat. “Dan dari awal harusnya pihak-pihak instansi pemerintah diberikan pemahaman tentang pengabdian bagi negara tanpa merusak generasi bangsa,” ujar Budi Waseso.

Oleh karena itu, BNN berusaha menggandeng seluruh komponen dan lapisan masyarakat KBPP Polri dan YAB ITI membantu pemerintah dalam bidang P4GN. Peran bisa dioptimalkan melalui proteksi diri anggota KBPP Polri dan YAB-ITI untuk tidak mengkonsumsi narkoba. Dibutuhkan pula peran aktif melakukan penyuluhan dan sosialisai bahaya narkoba di lingkungan keluarga dan masyarakat. (PNJ-16/win)