Thursday, 23 November 2017

Pemkot Jaksel Kantongi Rp724 Juta dari Kaki-5

Jumat, 6 November 2015 — 18:08 WIB
Lokasi usaha makanan dan minuman pedagang kaki-5 di Jln Denpasar Raya, Setiabudi yang dirancang untuk program Jakcard. (Rachmi)

Lokasi usaha makanan dan minuman pedagang kaki-5 di Jln Denpasar Raya, Setiabudi yang dirancang untuk program Jakcard. (Rachmi)

JAKARTA (Pos Kota) – Meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), Pemkot Jakarta Selatan pacu penerimaan retribusi pedagang kaki-5 melalui sistem autodebet. Sejak Maret hingga September 2015, setoran mencapai Rp724,3 juta dari 1.028 pedagang.

“Dengan pencapaian retribusi Rp724,3 juta dari 1028 pedagang atau 80,2 persen. Sisanya akan terus diupayakan supaya bisa 100%,” kata Kepala Sudin KUMKMP Jaksel, Syamsul Rizal, Jumat (6/11/2015).

Ia menjelaskan 1.028 pedagang kaki-5 itu tersebar di 14 lokasi penampungan sementara usaha mikro (loksem) di 4 kecamatan. Di antaranya di pusat jajan Nyi Ageng Serang, Kuningan, Setiabudi, Jln GOR Ragunan, Pasar Minggu, Jln Birah II Kelurahan Rawa Barat. Serta Jln Barito Raya, Kelurahan Kramat Pela dan Jln Rawajati Timur, Pancoran.

Selain pedagang di loksem, di Jaksel terdapat 522 pedagang yang ditampung dan merupakan binaan Sudin KUMKMP di 3 lokasi binaan (lokbin) yakni di Muria Dalam, Setiabudi, Pasar Minggu dan Bintaro.

“Di luar loksem dan lokbin, diperkirakan masih ratusan pedagang kaki-5 yang belum dibina dan retribusinya terautodebet,” ujar Syamsul.

Ia tengah menggodok peluang dari sejumlah lokasi pedagang kaki-5 untuk dimasukkan dalam program Jakcard melalui autodebet oleh Bank DKI. Antara lain di Jln Denpasar Raya, Setiabudi dan di lokasi bekas pembongkaran kios pedagang di Jl Melawai XIII, Kebayoran Baru. (rachmi/ruh)