Thursday, 23 November 2017

Penyelidik Inggris : Bom Diletakkan Dalam Pesawat Rusia

Jumat, 6 November 2015 — 17:56 WIB
Puing pesawat Rusia yang jatuh di semenanjung Sinai Mesir (reuters)

Puing pesawat Rusia yang jatuh di semenanjung Sinai Mesir (reuters)

LONDON- Penyelidik Inggris yang meneliti penyebab jatuhnya pesawat Rusia di Sinai percaya bahwa sebuah bom diletakkan di dalam pesawat sebelum lepas landas.

Wartawan BBC mengatakan sekalipun pejabat Inggris belum menutup kemungkinan bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh kesalahan teknis, mereka beranggapan hal itu kecil kemungkinannya.

Data intelejen baru didapat hari Rabu (04/11) dan Pusat Analisis Terorisme dalam beberapa hari ini sedang meneliti apa yang menyebabkan jatuhnya pesawat.

Penyelidik mencurigai bahwa seseorang yang memiliki akses ke kompartemen bagasi pesawat meletakkan alat peledak di dalam atau di atas bagasi sebelum pesawat lepas landas.

Kelompok militan Sinai yang terhubung dengan kelompok yang menyebut diri negara Islam atau ISIS mengaku meledakkan pesawat tersebut. Namun mereka tidak menyebutkan bagaimana cara mereka melakukannya.

Mesir dan Rusia hingga kini menyatakan terlalu cepat untuk menarik kesimpulan penyebab kecelakaan.

Pemerintah Inggris sempat menghentikan penerbangan dari dan ke Sharm el-Sheikh, tapi akan segera dibuka kembali.

Pesawat Metrojet Airbus 321 jatuh dalam penerbangan dari Sharm el-Sheikh, Mesir, menuju St Petersburg, Rusia hari Sabtu (31/10) menewaskan seluruh 224 penumpangnya.

Sebagian besar korban adalah warga Rusia.

Sejak Rabu (04/11) beberapa negara Eropa, Prancis, Belgia dan Jerman, juga sudah membatasi perjalanan ke Sharm el-Sheikh.

Saat ini Mesir memimpin penyelidikan bencana ini, dengan bantuan dari Rusia dan para penyelidik asing lain.(BBC)