Wednesday, 19 September 2018

Dipetakan, Resiko HIV/AIDS di Kalangan Remaja Kota Sukabumi

Sabtu, 7 November 2015 — 6:09 WIB
HIV AIDS-Suntik

SUKABUMI (Pos Kota) – Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kota Sukabumi akan memetakan di kalangan remaja terkait resiko tinggi terjangkit HIV/AIDS. Pemetaan ini sesuai dengan strategi dan rencana aksi nasional dalam meminimalisir AIDS.

Ketua KPA Kota Sukabumi, Achmad Fahmi mengatakan serangkaian upaya pencegahan, pencegahan primer pada kelompok muda usia 15-24 tahun merupakan pilihan yang paling strategis dalam rangka mengupayakan sesedikit mungkin remaja mulai berperilaku berisiko.

“ Berdasarkan hasil analisa situasi dan respon penanggulangan AIDS pada remaja, didapatkan bahwa belum ada pemetaan remaja risiko tinggi yang khusus pada usia 15-24 tahun dan mendapatkan program penanggulangan AIDS yang comprehensive dan ramah remaja. Untuk itu akan memprogramkan untuk focus pada penanggulangan dan pencegahan HIV dikalangan remaja,” kata Fahmi, Jumat (6/11).

Menurut Fahmi, dalam rangka pengembangan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan HIV dan AIDS pada Penduduk Muda 15-24 (RAN Remaja) yang merupakan dokumen untuk melengkapi Strategi dan Rencana Aksi Penanggulangan HIV dan AIDS dikota Sukabumi, Komisi Penanggulangan AIDS Kota Sukabumi akan melaksanakan pelatihan pemetaan remaja risiko tinggi untuk melengkapi kekhususan data fisik dan geografis populasi kunci remaja yang akan dijadikan bahan awal untuk perencanaan program remaja risiko tinggi di Kota Sukabumi tahun 2016 mendatang.

“Tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut adalah meningkatkan kapasitas pelaksana program dalam melakukan pemetaan remaja risiko tinggi dan memanfaatkan hasil pemetaan untuk perencanaan dan implementasi program remaja risiko tinggi serta merencanakan tindak lanjut pemetaan remaja risiko tinggi di Kota Sukabumi, “ jelasnya

Ke depan, kata Fahmi, programnya akan disusun dengan berbagai kegiatan seperti sharing pengalaman, pemberian materi terkait pemetaan remaja risiko tinggi, diskusi membahas pedoman pemetaan yang sudah disiapkan oleh KPAN, Praktek Lapangan melakukan pemetaan di lokasi yang menjadi tempat remaja berisiko berkumpul di Kota Sukabumi. “ Kegiatan ini tentu tidak akan dilakukan KPA sendiri, tapi akan menggandeng Dinkes, Dinsos, Dispora dan Dinas P dan K,” ungkapnya.

Lebih lanjut Fahmi menjelaskan, nanti yang akan menjadi focus pemetaan remaja itu adalah remaja WPS (Wanita Pekerja Seks), Remaja Penasun (Pengguna Narkoba Suntik), Remaja Waria/Transgender dan Remaja LSL (Lelaki yang berhubungan Seks dengan Lelaki lainnya).

Sementara itu, Ketua Komunitas Sehati ( KUAS’S ) Kota Sukabumi, Riri Supratman menambahkan, KUAS’S siap membantu program rencana KPA Kota Sukabumi, untuk memetakan remaja yang beresiko tinggi. Karena dari pendampingan dan penjangkauan KUAS’S banyak usia remaja yang terdata dari berbagai komunitas yang ada.

“Ini akan menjadi pekerjaan keras pemerintah kota sukabumi dalam hal ini KPA. Karena data yang akan kita dapatkan akan menjadi data untuk mengintervensi program penanggulangan HIV ke depannya di kalangan Remaja di Kota Sukabumi,” tandasnya. (sule/d)