Monday, 22 October 2018

Kualitas Udara Buruk, Jakarta Waspada Kanker

Sabtu, 7 November 2015 — 19:39 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Tingkat kualitas udara DKI Jakarta semakin memburuk seiring bertambahnya populasi kendaraan bermotor. Berdasarkan hasil Peneltian Universitas Indonesia, 60 persen warga Jakarta mengidap penyakit yang bersumber dari buruknya kualitas udara.

Dokter penyakit kanker Rumah Sakit Dharmais, Arry Harryanto Reksodiputro, mengatakan pertumbuhan kendaraan dan berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta, membuat pasien kanker, khsusnya kangker saluran pernafasan, bertambah. Hal itu terlihat dari tidak tertampungnya pasien kanker di RS Dharmais dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Terlebih, ‎pertumbuhan pengguna kartu Badan Pelayanan Jaminan Kesehatan (BPJS) untuk pasien kanker semakin tinggi.

Untuk itu, kata Arry, pihaknya dengan tim dokter kanker RS Dharmais dan RSCM bekerjasama dengan RS Sahid Sahirman menyediakan pelayanan hematologi dan kanker paripurna berfasilitas diagnotis terkini (MRI dan CT-Scan) yang dapat membantu menegakkan diagnosis secara tepat dan cepat.

“Kami ini dari RS kanker Dharmais dan RSCM. Kami mewakili mereka dan tentunya membantu mereka dalam melayani kanker. Kami harap Pemprov DKI juga membantu dalam hal pencegahan, yakni pembatasan kendaraan,” kata Arry Harryanto Reksodiputro dalam seminar peresmian pusat pelayanan hematologi-onkologi medik Sahid Sahirman Hematology dan Cancer Center di Hotel Sahid, Sabtu (7/11/2015).

Arry menjelaskan, kanker merupakan ‎penyebab kematian nomor tujuh di Indonesia. Penyakit kanker masih sulit untuk ditangani karena sifatnya yang heterogen dan berdampak pada seluruh organ tubuh sehingga diperlukan pendekatan multi disiplin serta penanganan yang komprehensif, mulai dari pencegahan, deteksi dini, pengobatan kuratif, rehabilitative hingga paliatif.

“Jadi keberhasilan pengobatan kanker harus diawali dengan kerja tim. Mulai dari pencegahan, pengobatan dan meninggal dengan baik. Kami ingin RS Sahid Suhirman melalui pelayanan Hematology dan kanker Center menjadi contoh dalam melayani pasien kanker,” jelasnya.

Dokter ahli kanker lainnya, Dody Ranuhardy, mengatakan penyebab kanker selain polusi udara juga disebabkan oleh kualitas makanan. Mulai dari pengawet, pewarna dan pemanis yang hampir digunakan terhadap seluruh makanan di Jakarta.

Dody berharap Pemprov DKI Jakarta dapat melakukan pencegahan penyakit kanker melalui program penanganan makanan dan kualitas udara. Termasuk mengedepankan Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) di masing-masing wilayahnya untuk mendeteksi penyakit kanker dan menerima rujukan.

“‎Sudah ada penelitiannya. Jadi kanker paru-paru hingga leukimia itu disebabkan oleh kualitas udara dan sumber makanan yang bebas dari kontrol kesehatan,” ujarnya.(guruh)