Friday, 16 November 2018

Mangkal, Pengojek Protes Kena Tilang

Senin, 9 November 2015 — 13:16 WIB
Kasie Dalops Sudinhubtrans Jakarta Selatan,  Slamet Dahlan, bersama Camat Kebayoran Lama, Munjirin, saat razia di Kebayoran Lama. (Rachmi)

Kasie Dalops Sudinhubtrans Jakarta Selatan, Slamet Dahlan, bersama Camat Kebayoran Lama, Munjirin, saat razia di Kebayoran Lama. (Rachmi)

JAKARTA (Pos Kota) – Sejumlah pengojek yang mangkal di depan Stasiun Kebayoran, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, protes ketika ditilang petugas, Senin (9/11/2015). Mereka tak terima karena dianggap sebagai biang kerok kemacetan.

“Pak kenapa kami yang jadi sasaran? Seharusnya angkot dong yang ditilang karena mereka selalu ngetem membuat macet,” protes Johan, pengojek. Sejumlah pengojek lain mengamini ucapannya. “Angkot-angkot itu mestinya ditilang, Pak,” timpal pengojek lainnya.

Protes pengojek itu tak digubris. Banyaknya aparat gabungan, termasuk petugas Brimob bersenjata laras panjang, membuat mereka tak bisa berbuat banyak. Tercatat, 10 pengojek kena tilang karena ngetem di bahu jalan.

Munjirin, Camat Kebayoran Lama, menjelaskan penertiban bertujuan memaksimalkan target untuk menjadikan kawasan itu tertib. Terutama dari maraknya kendaraan yang mangkal di sekitar stasiun.

“Kami berharap penertiban ini dapat berkelanjutan sebagai efek jera bagi pelanggar sehingga dapat mewujudkan kawasan yang terkendali salah satunya di kawasan stasiun Kebayoran,” ujar Munjirin.

Kasie Dalops Sudinhubtrans Jaksel, Slamet Dahlan, menambahkan razia digelar dengan bantuan petugas bersenjata lengkap dilakukan untuk mengantisipasi perlawanan ataupun hal-hal yang bersifat anarkis. “Razia ini untuk merespon keluhan masyarakat terkait kesemrawutan di sekitar Stasiun Kebayoran dari serbuan ojek hingga angkot,” jelas Slamet.

Selain ojek yang ditilang polisi, dari kawasan itu petugas menderek enam angkot D-01 ke Rawa Buaya, Jakarta Barat. kendaraan itu dianggap salah karena ngetem tidak sesuai jalur. (rachmi)