Sunday, 24 June 2018

Sudah Mengawini Kakaknya dengan Adiknya Doyan Juga

Selasa, 10 November 2015 — 5:26 WIB

TOPIK, 38, kelakuannya benar-benar seperti ayam kampung. Sudah lama menikahi Ririn, 30, bahkan sudah punya beberapa anak. Tapi begitu adik iparnya Nur, 15, tumbuh jadi gadis ABG yang cantik, eh nafsu juga. Dalam berbagai kesempatan digauli berulangkali, sampai ibunya lapor polisi.

Kenapa ayam kampung tega mengawini babon mana saja, tak peduli itu adik atau anak sendiri? Karena dia memang tak punya akal dan otak, sehingga tak punya malu. Di era gombalisasi ini, sekarang juga banyak lelaki kelakuannya seperti ayam. Untuk melampiskan nafsunya, dia tak pandang bulu. Makan ponakan, adik ipar, bahkan anak kandung, kini sudah sering terjadi.

Ayam model lainnya adalah Topik, warga Cikarang Barat, Bekasi. Sekitar delapan tahun lalu dia sudah menikahi Ririn, dan telah memiliki sejumlah anak. Pendek kata mereka menjadi pasangan yang bahagia, rumahtangganya penuh sakinah, tapi pembantunya tak bernama Sukinah.

Ketika Topik – Ririn naik ring, adik ipar Topik yang bernama Nur baru berusia tujuh tahun, masih ingusan. Tapi sekarang, justru sudah bikin napas Topik ngos-ngosan, karena membayangkan yang tidak tentang adik iparnya itu. Sebab dalam usia ABG kini, bodi dan wajahnya sangat menggairahkan. Ibarat buah, baru gemanda rasa (setengah masak) saja sudah mengasyikkan, apa lagi setelah mateng puun nanti.

Rumah mertua Topik memang masih satu kampung, sehingga Nur   sering main ke rumah kakaknya. Tapi asal adik iparnya main ke rumah, otak Topik ngeres saja, bagaimana caranya bisa menggauli gadis ABG yang sangat menjanjikan penampilannya itu. “Ingat Bleh, itu adik iparmu sendiri lho,” kata hati nurani. Tapi setan justru memberikan semangat, “Adik ipar nggak apa-apa kok, asal kamu suka dan sana mau, sikat saja.”

Begitulah, ketika adik ipar itu main ke rumah dan situasinya sangat mantap terkendali, Nur  dirayu-rayu dan akhirnya kena; berhasil digauli. Rupanya gadis ABG itu bisa menikmati, sehingga Nur  tetap sering main ke rumah kakak kandungnya, akhinya ya kena lagi. Sejak itu Nur  boleh dikata menjadi “sarapan kedua” bagi kebutuhan seks Topik.

Lama-lama aksi mesum kakak ipar celamitan itu terbongkar, entah siapa yang membocorkannya. Yang jelas ibu Nur saat bertanya berapa kali digauli Topik, jawabnya: banyak, alias tak tercatat lagi. Wah, wah, mertua malang itu hanya bisa marah-marah dan kemudian lapor polisi. “Sudah menikahi anakku yang paling gede, eh yang kecil disosor juga.” Keluh ibu Nurlina di depan polisi.

Kelakuan Topik memang seperti soang. (JPNN/Gunarso TS)