Thursday, 20 September 2018

Kurs Dolar Masih Tinggi Mobil Bekas Jadi Pilihan

Kamis, 12 November 2015 — 7:49 WIB
Ketua P3MK H. Hendry yang juga pemilik Show Room Raden Auto. (Joko)

Ketua P3MK H. Hendry yang juga pemilik Show Room Raden Auto. (Joko)

 
BISNIS mobil seken hingga saat ini masih diuntungkan oleh kurs dolar yang masih membubung tinggi. Pasalnya, mobil baru yang menggunakan hitungan dolar harganya turut melambung plus waktu inden lebih lama, sehingga masyarakat lebih memilih membeli mobil bekas.

“Beli mobil bekas yang masih berusia muda, misalnya keluaran tahun 2014 atau 2015, kondisinya masih seperti baru,” ujar Budi Chandra, salah satu konsumen Bursa Mobil Seken WTC Mangga Dua, Jl Raya Gunung Sahari, Jakarta, kemarin.

“Namun harganya sangat jauh berbeda. Selain itu, beli mobil seken tidak butuh waktu inden. Setelah transaksi bersepakat, mobil bisa langsung dibawa pulang,” jelasnya.

Senior Marketing Manager WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih membenarkan aktivitas penjualan mobil seken sangat laris-manis. “Karena harga mobil baru sangat mahal menyesuaikan kurs dolar, maka mobil seken berusia muda banyak diburu konsumen.”

MASIH GRES

Menurut Herjanto di gedung mal ini banyak dagangan mobil muda yang baru beberapa bulan dipakai. Kondisinya masih seperti baru, tapi harga jauh beda. Selain banyak mobil bekas keluarah tahun 2015, pedagang WTC Mangga Dua juga banyak memajang mobil produk 2010-2014 namun kondisinya sangat luar biasa.

“Kondisi luar dalam masih gres dan kilometernya masih sangat rendah karena merupakan barang simpanan, jarang pakai,” terang Herjanto. WTC Mangga Dua merupakan pasar mobil terbesar di Indonesia yang memajang lebih dari 2.200 unit.

Pasar ini juga didukung sejumlah leasing terkenal yang memberikan kemudahan bagi konsumen untuk beli secara kredit. Leasing bonafid antara lain BCA Finance dan Oto Multiartha. (joko)