Monday, 24 September 2018

Hadapi Musim Hujan Pemkot Jakut Optimalkan Rumah Pompa

Sabtu, 14 November 2015 — 22:51 WIB
foto-  Walikota sedang melakukan peninjauan pompa air di waduk Rawabadak. (wandi)

foto- Walikota sedang melakukan peninjauan pompa air di waduk Rawabadak. (wandi)

JAKARTA (Pos Kota) – Menghadapi musim penghujan, Pemerintah Kota Jakarta Utara terus melakukan berbagai persiapan. Salah satunya dengan mengoptimalkan keberadaan rumah pompa air dan normalisasi kali dan saluran perhubung (PHB). Ini dilakukan dengan tujuan agar kedepan wilayah Jakarta Utara benar-benar terbebas dari saluran air.

Kasudin Tata Air Pemkot Jakarta Utara, Kasna mengakui pihaknya saat ini sudah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi banjir pada musim penghujan nanti. Diharapkan dengan cara ini Jakarta Utara yang merupakan wilayah dibawah permukaan air laut dan dialiri 31 sungai dari Jabodetabek akan terhindar dari genangan dan banjir.

“Saat ini di Jakarta Utara ada 39 rumah pompa yang terdapat 112 unit pompa stasioneri milik Sudin Tata Air, Pemkot Jakarta Utara, Dinas Tata Air, Pemprov DKI Jakarta, swasta dan masyarakat yang berkapasitas seluruhnya 189,5 m3,/detik sudah siap. Dari jumlah tersebut dapat mengantisipasi lahan seluas 6.064 hektar,”kata Kasna, Sabtu (14/11).

Selain menyiapkan ratusan pompa untuk menanggulangi bancana banjir, pihaknya menyiapkan empat pompa portebel. Bahkan pihaknya juga mendapat bantuan dari Dinas Tata Air Pemprov DKI Jakarta 8 unit pompa portebel.

Pompa-pompa air ini juga disiapkan di wilayah yang sangat rawan terjadi genangan dan banjir seperti Kelapa Gading dan sejumlah lokasi lainnya. Bukan hanya itu saja pihaknya juga menyiapkan 12 ribu kantong pasir baik di pinggir kali yang rawan meluap dan setiap kecamatan masing-masing 1000 karung.

“Kami berharap mudah-mudahan dengan melakukan antisipasi seperti ini, , Jakarta Utara akan terhindar dari genangan dan banjir. Meski begitu kami kami juga berharap kerja sama semua pihak untuk bersama-sama mengatasi persoalan banjir bersama,”terangnya.

Sementara itu secara terpisah Walikota Jakarta Utara Rustam Effendi meminta kepada seluruhLurah, camat dan Sudin terkait seperti, Sudin Tata Air, Sudin Kebersihan, Sudin Binamarga dan sejumlah instansi terkait untuk pastikan pengecekan saluran. Sebab jika saluran tidak berfungsi dengan baik karena kotor, mampet, endapan lumpur akan menimbulkan dampak genangan dan banjir.

“Saya juga minta kepada seluruh Lurah untuk mengerahkan pasukan oranye melibatkan unsur masyarakat bersama-sama mengatasi persoalan genangan. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan,”terang Rustam Effendi.

Pantauan disejumlah lokasi, usai terjadi banjir sejumlah kali seperti kali Banjir Kanal Timur, Kali Sunter, dipenuhi sampah plastik dan eceng gondok. Sampah tersebut diminta untuk segera dibersihkan karena dikhawatirkan akan menimbulkan dampak banjir karena bisa menutup pintu air. (wandi/yh)

Teks foto: Walikota sedang melakukan peninjauan pompa air di waduk Rawabadak. (wandi)