Thursday, 19 September 2019

Gelombang PHK di Bekasi, Warga Miskin Bertambah

Senin, 16 November 2015 — 12:28 WIB
Foto-Dok.

Foto-Dok.

CIKARANG (Pos Kota) – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kabupaten Bekasi berdampak pada bertambahnya angka kemiskinan. Dan, sebagai salah satu indikator dari meningkatnya persoalan sosial tersebut bisa dilihat dari jumlah penerima Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Kasi Pelayanan Kesehatan Khusus pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Maskiroh mengatakan kalau adanya peningkatan data dari Dinas Sosial soal warga miskin bakal diverifikasi kembali.

“Sekarang memang yang mendapatkan Jamkesda sesuai by name by address sekitar 468.000 jiwa dan ini akan bertambah sesuai dengan bertambahnya warga miskin,” katanya Senin (16/11).

Dari 23 kecamatan se-Kabupaten Bekasi, sambung Maskiroh, kebanyakan penerima Jamkesda merupakan warga yang tinggal di kecamatan padat penduduk namun minim Puskesmas, seperti Babelan, Karangbahagia, Pebayuran, Sukatani, dan Cibarusah.

“Memang ada lima besar wilayah yang penduduknya penerima Jamkesda, biasanya dengan penduduk besar tetapi perekonomiannya belum merata banyak warga miskinnya,” tuturnya

Pemerintah Kabupaten Bekasi mengalokasikan Rp17 miliar untuk Jamkesda. Namun dari jumlah itu baru ter-cover 11 persen penerima Jamkesda. Namun dari alokasi anggaran itu, nantinya akan ditambah dari bantuan pemerintah provinsi.

“Kalau nanti kemungkinan ada perubahan bisa 40 persen dengan 60 pesen yaitu 40 persen dari pemerintah daerah sedangkan sisanya dari provinsi dan semuanya akan terintegrasi dengan BPJS,” tuturnya.

Hal yang menjadi kendala pada kepesertaan Jamkesda selama ini yaitu kurang proaktifnya masyarakat untuk mendaftarkan diri penerima program tersebut. Padahal program itu sudah dibiayai oleh pemerintah daerah dan provinsi yang sekarang ini sudah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.

“Yang sudah kita integrasikan dengan BPJS Kesehatan memang masih yang by name by address, dan dengan adanya peningkatan maka kita akan memverifikasi kembali,” tandasnya.

(lina/sir)