Tuesday, 24 April 2018

Nazaruddin Dipindah dari Sukamiskin ke Rutan KPK

Senin, 16 November 2015 — 21:31 WIB
Nazaruddin

Nazaruddin

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menggarap Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin (MNZ). Hal itu diikuti dengan kepindahan Nazaruddin dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat ke Rumah tahanan (Rutan) KPK, Jakarta, Senin (16/11) malam.

Seperti diketahui, KPK masih  mengusut dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap Nazaruddin. Puluhan saksi telah dipanggil  untuk dimintai keterangannya. Sejumlah aset-aset milik Nazaruddin bahkan telah disita .

Nazaruddin diduga melakukan TPPU dengan membeli saham PT Garuda Indonesia dengan menggunakan uang hasil tindak pidana korupsi terkait pemenangan PT Duta Graha Indah sebagai pelaksana proyek Wisma Atlet SEA Games 2011, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.

Dugaan pencucian uang hasil proyek tersebut digunakan untuk membeli saham PT Garuda Indonesia sebesar Rp300,85 miliar oleh Nazaruddin. Rinciannya dari Rp300 miliar dan Rp400 juta lembar saham, serta fee Rp850 juta untuk Mandiri Sekuritas. Pembelian saham perdana PT Garuda Indonesia itu dilakukan lima perusahaan yang merupakan anak perusahaan Permai Grup. Perusahaan tersebut di antaranya, PT Permai Raya Wisata, PT Exartech Technology Utama, PT Cakrawala Abadi, PT Darmakusumah, dan PT Pacific Putra Metropolitan.

“MNZ datang dalam rangka tahap II kasus TPK dan TPPU. Pemindahan dari rutan sukamiskin ke rutan KPK. Belum bisa dikonfirmasi untuk berapa lama pemindahan Yang bersangkutan ke Rutan KPK,” kata Pelaksana harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, Senin (16/11).

Atas dugaan tersebut, Nazaruddin dijerat dengan Pasal 12 Huruf a atau b, Subsider Pasal 5 Ayat (2), Subsider Pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Selain itu, dia juga dijerat dengan Pasal 3 atau Pasal 4 juncto Pasal 6 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU. Nazaruddin memilih diam ketika ditanya oleh para awak media saat tiba di Gedung KPK sekira pukul 19.00 WIB. Terpidana kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 Jakabaring, Palembang dan Gedung Serbaguna Pemprov Sumatera Selatan itu, memilih terus berjalan untuk masuk ke dalam lobi Gedung KPK, tanpa menjawab pertanyaan dari para wartawan. (junius)