Friday, 21 September 2018

Obama Mewawancari Jack Ma

Rabu, 18 November 2015 — 16:51 WIB
Selain tidak lazim, presiden seperti Obama melakukan wawancara dianggap melanggar protokol. Foto: Reuters

Selain tidak lazim, presiden seperti Obama melakukan wawancara dianggap melanggar protokol. Foto: Reuters

ADA yang tak lazim dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC) di Manila, Rabu (18/11).

Mendadak,  Presiden AS Barack Obama mewawancarai miliarder Internet China Jack Ma dan pengusaha muda Filipina mengenai hubungan pemerintah dan sektor bisnis.

Obama bergurau santai dengan pendiri dan kepala eksekutif yang eksentrik dari Alibaba Group Holding Ltd., yang sedang merintis jalan ke pasar-pasar asing, termasuk Amerika Serikat.

Selain tidak lazim, seorang presiden Amerika Serikat melakukan wawancara kepada pebisnis dianggap melanggar protokol kepresidenan.

Dalam diskusi panel di sela-sela KTT tersebut, Obama bertanya pada Ma bagaimana pemerintah dan bisnis-bisnis yang sudah mapan dapat membantu para pengusaha muda. ​

“Untuk pemerintah sederhana saja — kurangi pajak, atau bebaskan pajak untuk mereka-mereka ini,” ujar Ma, yang disambut tawa dan tepuk tangan dari para hadirin yang merupakan eksekutif bisnis.

“Anda dapat banyak sambutan dari sesama CEO,” kata Obama.

Pernyataan Jack Ma muncul di saat Alibaba berupaya berinvestasi besar-besaran dalam bisnis-bisnis di luar negeri.

Para eksekutif mengatakan dorongan di luar pasar China merupakan prioritas teratas, karena perusahaan itu berupaya mempertahankan pertumbuhan pesat bahkan di saat prospek perdagangan di Internet tampak akan jenuh.

Alibaba sebelumnya mengatakan beberapa dari pasar luar negeri terbesarnya adalah Brazil dan Rusia.

Obama juga memuji pengusaha muda Filipina yang relatif tak dikenal, Aisa Mijeno, profesor ilmu teknik yang menciptakan lampu yang menyala dengan tenaga air asin.

Obama menyarankan agar Jakc Ma berinvestasi di perusahaan Mijeno setelah ia mengatakan sedang mencari pendanaan untuk memproduksi lampu itu secara massal.

“Saran saja,” ujar Obama, sambil melempar pandangan menggoda ke arah Ma. “Saya sedikit berperan sebagai mak comblang di sini.”

Ma menanggapi dengan senyum. Ia mengatakan Alibaba telah menanamkan 1,3 persen pendapatan perusahaannya dalam enam tahun terakhir untuk mendorong anak-anak muda menemukan solusi untuk perubahan iklim dan isu-isu lingkungan lainnya.

Jack Ma, mantan guru bahasa Inggris dengan gaji Rp.1,7 juta yang kini menjadi triliunaer ini  menambahkan bahwa menganggap investasi dalam teknologi bersih adalah “ide fantastis,” mengacu pada pembicaraan baru-baru ini dengan salah satu pendiri Microsoft Corp. Bill Gates, yang merintis ide tersebut.

Kesepakatan mengenai perubahan iklim merupakan salah satu isu besar dalam hubungan Washington yang bermasalah dengan Beijing, yang baru-baru ini diguncang perselisihan akibat agresivitas China yang semakin meningkat di Laut China Selatan.

Para pemimpin kedua negara pada bulan September menyepakati visi yang sama untuk perjanjian perubahan iklim global, termasuk langkah-langkah untuk memenuhi janji-janji sebelumnya untuk mengurangi emisi-emisi gas rumah kaca.- VoAnews/d