Wednesday, 19 September 2018

Industri Otomotif di Indonesia Masih Primitif

Jumat, 20 November 2015 — 12:26 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Industri otomotif di Indonesia saat ini masih primitif  dan akan semakin tertinggal jauh dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia jika
serius mendalami struktur industri otomotif secara menyeluruh.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia, Bobby Gafur Umar dalam diskusi yang diselenggarakan Forum Wartawan Industri  dengan tema, “Dukungan Industri Komponen dalam Memacu Pertumbuhan Industri Otomotif Nasional” di Jakarta, Kamis (19/11).

“Sudah saatnya untuk kembali membangun keseriusan dan memantapkan komitmen. Jika tidak, tidak akan ada yang bisa kita harapkan lagi dari industri ini,” kata dia.

Pendalaman struktur Industri secara menyeluruh, lanjutnya,  pernah digalakkan pemerintah beberapa tahun silam. Saat itu, pemerintah berkomitmen untuk mempercepat pendalaman struktur industri otomotif.

Intinya, kata dia, untuk mendapatkan potongan atau bahkan pembebasan bea impor, perusahaan industri otomotif harus memiliki kandungan lokal 20 persen di tahun pertama produksi, 40 persen di tahun kedua, dan 60 persen di tahun ketiga.

“Pembebasan pajak barang mewah untuk mobil dengan kandungan lokal sedikitnya 60 persen mendorong industri untuk melakukan investasi pabrik baru seperti mesin dan casting, dengan hasil berupa produk setengah jadi,” kata dia.

Insentif Baru
Pada kesempatan itu, dia meminta  pemerintah untuk kembali merangsang pengembangan industri otomotif nasional dengan memberikan  insentif-insentif baru.
Salah satu insentif yang perlu diberikan pemerintah, kata dia, adalah insentif pajak. “Insentif pajak, pasti akan memacu pertumbuhan industri otomotif baru,” ujarnya.(Tri/win)