Sunday, 23 September 2018

Jokowi: Indonesia Akan Ekspor Manggis dan Salak ke Selandia Baru

Sabtu, 21 November 2015 — 19:12 WIB
Presiden Jokowi menerima kunjungan Perdana Menteri John Key , di Kuala Lumpur, Sabtu (21/11). ist.

Presiden Jokowi menerima kunjungan Perdana Menteri John Key , di Kuala Lumpur, Sabtu (21/11). ist.

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi bertemu Perdana Menteri Selandia Baru John Key di sela-sela kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-27 ASEAN, di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (21/11). Jokowi berencana impor manggis, mangga dan salak ke negara tersebut.

Jokowi dan Key sepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. “Kami berharap kita dapat meningkatkan perdagangan kedua Negara, terutama untuk mengurangi defisit perdagangan dari sisi Indonesia,” ujar Jokowi.

Dalam siaran persnya, Tim Komunikasi Presiden menyebutkan, Selandia Baru akan membuka kesempatan bagi pasar produk Indonesia di negara tersebut, terutama untuk produk pertanian dari Indonesia, seperti manggis mangga dan salak. “Kami juga berharap pengusaha Selandia Baru berinvestasi di Indonesia di bidang pangan dan energi,” ucap Jokowi.

Di bidang energi, Selandia Baru terkenal sebagai negara yang berhasil memanfaatkan panas bumi sebagai energi dan Indonesia adalah negara yang memiliki cadangan panas bumi terbesar di dunia. “Kami mengundang investor dari Selandia Baru untuk berinvestasi di sektor panas bumi,” ucap Jokowi.

Menyambut Baik

PM Key menyambut baik upaya peningkatan kerjasama kedua negara, khususnya di sektor perdagangan dan energi. PM Key juga memuji cara yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam mengatasi pengungsi yang berasal dari negara lain.

Kedua Kepala Negara ini juga membahas upaya mengatasi terorisme dan radikalisme yang sering terjadi di berbagai negara dalam beberapa waktu terakhir ini. Presiden Jokowi menjelaskan bahwa perlu upaya pendekatan keamanan dan penengakan hukum yang dijalankan untuk mengatasi aksi terorisme dan radikalisme. “Tapi, pendekatan agama dan budaya perlu dikedepankan,” ucap Jokowi. (Johara/win)