Monday, 19 November 2018

Universitas Borobudur Kerjasama Tiongkok

Rabu, 25 November 2015 — 11:36 WIB
Foto-Sejumlah perwakilan perguruan tinggi dari Tiongkok usai MoU dengan pihak Universitas Borobudur. (Ist)

Foto-Sejumlah perwakilan perguruan tinggi dari Tiongkok usai MoU dengan pihak Universitas Borobudur. (Ist)

JAKARTA (Pos Kota)-Fakultas Teknik Universitas Borobudur menjalin kerjasama dengan empat perguruan tinggi terkenal di Tiongkok. Langkah ini dilakukan demi menyiapkan para lulusannya agar lebih siap menghadapi persaingan memperebutkan lapangan kerja di era-Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan global.

“Kami berharap para lulusan yang kami hasilkan mampu bersaing dengan para lulusan dari perguruan tinggi lain termasuk dengan tenaga kerja asing,” kata Wakil Rektor Universitas Borobudur Prof. Dr. Rudi Bratamanggala didampingi Dekan Fakultas Hukum Prof. Dr. H. Faisal Santiago, SH, MM seusai menandatangani MoU, kemarin.

Menurut Rudi, kerjasama dengan 4 perguruan tinggi di Tiongkok tersebut merupakan kelanjutan Universitas Borobudur yang sebelumnya juga telah menjalin kerjasama dengan Univ. Islam Internasional Malaysia, NUS University Singapore, IALS Asosiasi School of Law, dan Cebu University Philipine. Kerjasama dengan perguruan tinggi di luar negeri ini dinilai sangat strategis mengingat kedepan para sarjana baru tidak hanya akan bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lokal.

Sementara itu Dekan Fakultas Teknik Universitas Borobudur Dr. Masykur mengatakan, ketiga perguruan tinggi asal Tiongkok tersebut masing-masing School of Software Central, Gengdan Institut Beijing University of Technology, Beijing University of Chinese Medicine, serta School of Happy Learning. Kerjasama dengan perguruan tinggi di Tiongkok ini dinilai sangat penting lantaran kuatnya hubungan ekonomi dan perdagangan negara tersebut dengan Indonesia.

Menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di luar negeri selain untuk memperluas kesempatan kerja para lulusannya juga untuk meningkatkan mutu Fakultas Teknik Universitas Borobudur sendiri. Seperti kita ketahui Tiongkok saat ini tergolong negara yang memiliki kemampuan teknologi cukup tinggi sehingga langkah saling bertukar informasi menjadi hal yang sangat penting.
(inung/sir)