Thursday, 20 September 2018

Janda Muda Menikah Kembali Ingat Anak Jangan Cari Enak

Jumat, 27 November 2015 — 6:21 WIB
Dia Nov 1527

INI peringatan bagi bagi janda muda mau nikah lagi. Jangan cuma cari enak, tapi harus ingat anak. Jika tidak, nasibnya bisa seperti Sriamah, 37, dari Lumajang ini. Anak semata wayangnya, Tutik, 17, justru jadi korban predator seks yang tak lain ayah tiri atau suami barunya. Apa nggak ngenes namanya?

Banyak wanita janda yang ingin menikah lagi bukan karena urusan perut, tapi juga yang di bawah perut. Jika tak punya anak bawaan dari suami, tak jadi masalah. Tapi jika ada anak, harus sharing juga pada si bocah. Siap nggak menerima ayah tirinya itu. Jika anak menolak dipaksakan juga, justru akan gagal mereguk surga dunia, melainkan neraka dunia. Lebih-lebih jika ayah tiri berubah menjadi predator seks.

Agaknya Ny. Sriamah warga Desa Bulurejo Kecamatan Tempursari tak sempat berfikir jauh ke sana. Ketika setahun hidup menjanda, gelisahnya minta ampun. Sebab dia benar-benar kesepian di tempat ramai, betapapun rumahnya dekat pasar. Bayangkan, ketika ada suami selalu ada “kehangatan” di tengah malam, bahkan kadang-kadang di pagi hari pula. Tapi sejak ditinggal suami, ngaplo sepanjang dan setiap malam.

Maka ketika ada duda ngglibet mendekati dirinya, tanpa bertimbang rasa pada anak semata wayangnya, Tutik, langsung saja diterima cinta Paidi, 50. Mereka pun segera menikah dan ranjangpun kembali bergoyang-goyang. Tapi dasar lelaki ini pembosan, baru 6 bulan menikahi Sriamah, sudah nginceng anak tirinya yang sekel nan cemekel.

Akhirnya, di kala istri ke hutan cari kayu bakar, Tutik pun diperkosa. Hanya dalam tempo seminggu sudah 3 kali gadis ABG itu digauli. Waktunya tetap, di kala istri tidak di rumah. Tak tahan kelakuan ayah tirinya, Tutik pun mengadu ke emaknya, bla bla bla, sehingga urusan pun jadi memanjang. Paidi ditangkap polisi. Dalam pemeriksaan dia mengakui bahwa tertarik pada anak tirinya, karena memang lebih cantik dari ibunya. Dan jauh lebih muda lagi.

Ya,  iyalah, masak ada anak jauh lebih tua dari emah. (Gunarso TS)