Wednesday, 13 December 2017

Sosialisasi Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Di Kabupaten Karawang

Minggu, 29 November 2015 — 12:36 WIB
Sosialisasi bagi calon tenaga kerja Indonesia

Sosialisasi bagi calon tenaga kerja Indonesia (TKI) sudah berkali-kali dilakukan di Kabupaten Karawang, kenyataannya selalu saja dibanjiri peserta.

Kegiatan ini sering digelar di Karawang karena kota ini memang memiliki jumlah calon TKI yang banyak. Sosialisasi bagi TKI sudah seperti harga mati yang tak mungkin dihindari karena dibutuhkan.

Mereka yang menjadi TKI kini tersebar di berbagai negara tujuan diantaranya Hongkong, Taiwan, Oman, Bahrain, UEA dan berbagai negara lain sebagai negara tujuan, di luar negara yang sedang menjalani moratorium pengiriman TKI.

Sosialisasi tidak hanya diperlukan bagi calon TKI yang baru berangkat ke luar negeri, tetapi sangat penting. Melalui sosialisasi, para calon TKI dapat mengetahui apa yang harus dipersiapkan sebelum berangkat.

Tidak hanya persiapan mengenai ketrampilan diri untuk bekerja di negara lain, tetapi juga kesiapan fisik dan mental sebelum berangkat maupun setelah ada di negara tujuan.

Melalui sosialisasi, TKI juga menjadi paham jenis-jenis ketrampilan yang harus dimiliki sehingga tidak bingung saat mulai bekerja.

Demikian pula persyaratan administratif calon TKI sebelum berangkat, mengingat sebagian besar calon tidak faham secara detail. Mereka umumnya hanya merasa siap secara fisik dan mental saja. Karena itu diperlukan sosialisasi ini sehingga memahami semuanya termasuk hak dan kewajibannya.

“Calon TKI yang siap berangkat dari semua seginya justru akan membantu mereka sendiri apabila menghadapi kesulitan,” kata H Ahmad Zamakhsari, tokoh masyarakat Karawang dalam sosialisasi TKI dengan tema, “Jangan Berangkat Sebelum Siap” sebagai bentuk kerjasama antara rumah migran Indonesia dengan Kementrian Ketenagakerjaan RI, 19 November 2015 lalu.

Pada kenyataannya, lanjut Ahmad Zamakhsari, sebagian besar calon TKI yang akan berangkat memang belum siap. Mereka hanya punya semangat dan keinginan bekerja menjadi TKI. Kenyatan itu juga diperkuat dengan selalu membludaknya peserta sosialisasi dalam beberapa kali kegiatan.

“Semula kami hanya menargetkan 300 peserta sosialisasi calon TKI, tapi kenyataannya lebih dari itu, dan ini sebagian besar adalah masyarakat dari kawasan perkotaan bukan dari desa,” jelasnya lagi di Gedung Serbaguna Alam Sari, Karawang Barat.

Sejumlah kegiatan diagendakan dalam sosialisasi dengan narasumber kompeten. Beberapa agenda sosialisasi diantaranya adalah soal peluang, resiko bekerja di luar negeri prosedur bekerja di luar negeri, asuransi dan lainnya.

Devisa TKI

Dalam satu sosialisasi calon TKI, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, mengungkapkan TKI asal Karawang sampai akhir September 2015 telah menyumbang devisa sedikitnya Rp314 milliar.

Angka devisa yang dihasilkan TKI lumayan besar, sehingga sudah sewajarnya mereka perlu mendapat perhatian dengan membekali berbagai pengetahuan yang diperlukan mulai dari dari bahasa, tradisi dan kebiasaan di luar negeri yang jadi tujuan mereka.

Sebenarnya prospek untuk bekerja di dalam negeri khususnya untuk Kabupaten Karawang semakin membaik. Terutama hadirnya sektor industri di Karawang yang semakin banyak jumlahnya. Berdasarkan data, saat ini kurang lebih ada 1500 perusahaan yang beroperasional di Kabupaten Karawang. Perusahaan-perusahaan tersebut dipastikan telah menyerap tenaga kerja sekitar 318 ribu orang.

Membaiknya prospek lapangan kerja di Kabupaten Karawang ditandai jumlah penempatan TKI ke luar negeri yang cenderung menurun dalam beberapa tahun ini. Data yang ada di Disnakertrans Kabupaten Karawang, 2010 TKI berjumlah 1.515 orang, 2011 berjumlah 5.968 orang, 2012 berjumlah 8.090 orang, 2013 berjumlah 7.244 orang, 2014 berjumlah 5.257 orang. Sedangkan 2015 jumlah TKI dari Januari hingga September berjumlah 1.635 Orang.

Dari jumlah itu pernyebarannya ke Arab Saudi 12 orang, UEA 58 orang, Malaysia 277 orang, Brunai 44 orang, Oman 464 orang, Bahrain 59 orang , Qatar 7 orang, Singapura 200 orang, Hongkong 48 orang, Taiwan 466 orang. Data tersebut untuk TKI yang sesuai dengan prosedure pemberangkatan TKI dari Disnakertrans Karawang.(**)