Tuesday, 20 November 2018

Bakor Pakem Sosialisasi di Bekasi

Selasa, 1 Desember 2015 — 7:53 WIB
Foto- Ilustrasi

Foto- Ilustrasi

BEKASI (Pos Kota) -Dalam menghadapi pelaku penista agama yang menggoyangkan kebersatuan NKRI, tidakkan dilakukan tindakan refrensif (kekerasan).

Melainkan akan dilakukan kegiatan yang bersifat aktif dan tidak prosesif yaitu untuk melindungi kasus-kasus yang sudah terjadi dengan upaya membatasi atau mengeliminir akibat atau resiko yang timbulkan.

Hal ini diungkapkan Kepala Koordinator Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Muhammad Idris Frayoto Sihite pada menggelar rapat sosisalisasi Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) di satu hotel di Cikarang, Kabupaten Bekasi, tadi malam.

“Hal itu dilakukan oleh Tim Pakem yang akan bekerja sama dengan Instansi terkait lainnya, selanjutnya di ambil tindakan oleh Tim Pakem dapat dengan tiga cara,” terang dia.

Tindakan itu ungkapnya, dapat dilakukan dengan tiga cara, yakni pernyataan tertulis dari yang bersangkutan, menutup tempat penyitaan peralatan dan buku-buku yang di gunakan, terakhir peringatan-peringatan tertulis.

“Dan apabila tidak ditaati maka akan dikeluarkan pelanggaran terhadap organisasi atau aliran kepercayaan dan keagamaan,”tutupnya.

(lina/sir)