Wednesday, 18 September 2019

‘Lobi Toilet’ Capim KPK dan Anggota DPR Rawan Terulang

Selasa, 1 Desember 2015 — 13:33 WIB
Foto- Ilustrasi

Foto- Ilustrasi

JAKARTA – Calon pimpinan KPK (Capim) sudah diserahkan ke DPR. Kini Komisi II DPR sudah akan melakukan fit and proper test kepada DPR. Lobi toilet diduga rawan terulang. Untuk menghindari ‘lobi toilet’ seperti pada pemilihan Capim KPK 2013 silam, semua calon harus dilarang bertemu anggota DPR.

“Kalau kita ingin mendapatkan pimpinan KPK yang bersih dan berintegritas, maka harus dihindarai macam ‘lobi toilet atau lobi-lobi oleh calon dengan anggota DPR, terutama anggota Komisi III DPR. Capim harus dilarang bertemu mereka,” kata pengamat anggaran dari Centre for Budget Analisys (CBA), Uchok Sky Khadafi, saat dihubungi Selasa (1/12).

Seperti telah dalam pemeritaan pada saat fit and proper test di Komisi III DPR 2013 silam, muncul dugaan seorang capim KPK mengadakan pertemuan dengan salah satu anggota Komisi III DPR dari PKB. Pertemuan itu dilakukan di toilet Komisi III, oleh karena itu kemudian muncul tudingan apa yang dinamakan ‘lobi toilet’.

Kuat dugaan, salah satu capim KPK yang menemui anggota Dewan itu minta diloloskan menjadi pimpinan KPK. Namun, karena gencarnya pemberitaan, sang calon, Sudradjat, tidak dipilih oleh Komisi III DPR.

Wajib Dicoret

Menurut Uchok, memang sulit mengawasi setiap calon menjelang fit proper test. Namun, pada saatnya, kata dia, tingkah laku capim itu akan terlihat. Apalagi, sang capim kemungkinan tidak main sendirian, mungkin punya tim sukses.

“Namun, intinya, kalau memang ada capim yang berusaha main-main, wajib dicoret, jangan diloloskan ,” kata dia.

Sejauh ini delapan nama sudah diserahkan dan diproses di Komisi III DPR, mereka akan segeran menjalani fit and proper test. Selain delapan nama, juga ada dua nama terdahulu, yang ditunda pemilihannya.

Ada pun 8 nama tersebut adalah yang disetor pemerintah ke DPR adalah, Saut Situmorang, Surya Chandra, Alexander Marwata, Basariah Panjaitan, Agus Rahardjo, Sujanarko, Johan Budi Sapto Pribowo, dan Laode Muhammad Syarif. Ada pun dua nama yang telah dikirim terlebih dulu yaitu Busyro Muqoddas dan Robby Arya Brata. (win)