Wednesday, 14 November 2018

Kemenaker Gelar Konvensi KNK

Selasa, 1 Desember 2015 — 19:05 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri/ist

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri/ist

JAKARTA (Pos Kota) –   Kader Norma Ketenagakerjaan (KNK) diminta dapat membantu pengusaha mengendalikan resiko ketenagakerjaan sekaligus menjadi mitra pengawasan  ketenagakerjaan dalam meningkatkan kepatuhan perusahaan menerapkan norma ketenagakerjaan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri saat membuka konvensi KNK pertama di Kantor Kemenaker, Jakarta,  Selasa (1/12).

KNK, lanjut Hanif,   adalah personil perusahaan yang telah mendapat pembekalan mengenai norma ketenagakerjaan. Pembinaan KNK dilakukan agar personil tersebut memiliki pemahaman dan kemampuan untuk dapat membantu pengusaha dalam melaksanakan norma-norma ketenagakerjaan di Perusahaan.

“Kader Norma Ketenagakerjaan diharapkan juga akan menjadi mitra bagi Pengawas Kenakerjaan sekaligus agen bagi perubahan di perusahaan untuk membantu pengusaha dalam menerapkan norma ketenagakerjaan guna menciptakan tempat kerja yang produktif, kompetitif dan sejahtera,” ujar Hanif.

Konvensi KNK  digelar oleh  Direktorat Bina Penegakan Hukum Ketenagakerjaan, Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenakerjaan (Binwasnaker) dan Keselamatan, Kesehatan, Kerja (K3) bekerja sama dengan Forum KNK nasional.

Menurutnya, tujuan pelaksanaan konvensi ini untuk mengevaluasi pembinaan kader norma ketenagakerjaan, sebagaimana tertuang pada keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Nomor 257 Tahun 2014.

“Peningkatan Kepatuhan Norma Ketenagakerjaan (KNK) dalam upaya penciptaan sebagai langkah strategis bagi bisnis yang berkelanjutan, saya pandang sangat penting  di tengah dinamika ketenagakerjaan yang  kita hadapi saat ini,” kata Hanif.

Ditegaskannya,  KNK adalah personil perusahaan yang telah mendapat pembekalan mengenai norma ketenagakerjaan.

Kegiatan Konvensi ini dihadiri 261 KNK level muda, madya, utama dan 173 perusahaan penerima penghargaan sebagai pioneer perusahaan yang mengikuti program Diklat Kader Norma Ketenagakerjaan.(Tri)