Friday, 16 November 2018

Penggunaan Kosa Kata Asing Makin Menggila

Sabtu, 5 Desember 2015 — 12:53 WIB
Dirjen Kebudayaan Kacung Marijan. (Inung)

Dirjen Kebudayaan Kacung Marijan. (Inung)

JAKARTA (Pos Kota)- Penggunaan kosa kata asing ditengah masyarakat kita makin merajalela. Tak hanya bangunan baru, bahkan bangunan bersejarah pun kini dinamakan dengan kosa kata asing utamanya hotel dan bangunan komersiil lainnya.

Akibatnya tempat-tempat bersejarah dengan nama asli indonesia semakin langka. Jika kondisi tersebut dibiarkan terus maka para sejarawan Indonesia memperkirakan tahun 2045 Indonesia akan hilang.
Karena itu Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Kacung Marijan menilai pentingnya kita memperkuat kosa kata Indonesia.

“Sangat disayangkan kini banyak bangunan bersejarah namanya sudah berubah pakai bahasa asing. Padahal kalau Indonesia mau besar, kosa kata yang menggunakan kosa kata bahasa-bahasa asli Indonesia harus diperkuat,” kata Kacung pada seminar Hari Sejarah Indonesia, Sabtu (5/12).

Kacung mengatakan Indonesia memiliki 719 bahasa daerah. Dengan jumlah bahasa daerah sebanyak itu tentu kita tidak akan kehabisan kosa kata untuk memperkaya kosa kata bahasa Indonesia.

Menurut Kacung pengubahan nama tempat historis dengan nama asing sebenarnya hanya masalah kepemilikan. Tetapi dampaknya tidak sederhana karena menyangkut eksistensi bangsa Indonesia dikancah dunia.
Upaya melindungi tempat-tempat bersejarah kata Kacung, pemerintah utamanya pemerintah daerah harus memiliki regulasi yang jelas terkait perlindungan tempat bersejarah.

“Penggunaan kosa kata dan nama historisnya tetap harus dipertahankan. Meski mungkin saja bangunan tersebut sudah dimiliki oleh swasta atau asing,” tandas Kacung.
Dengan cara demikian maka Indonesia akan tetap eksis di dunia internasional dengan kekayaan budaya.

(inung/sir)