Thursday, 19 September 2019

Jaga Gejolak Harga Pangan

Jumat, 11 Desember 2015 — 5:18 WIB

HARGA kebutuhan menjelang akhir tahun selalu naik terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. Warga di berbagai wilayah termasuk Jakarta kini mulai mengeluh lantaran harga kebutuhan pangan belakangan ini mulai bergerak naik.

Di sejumlah pasar tradisional, harga sayur mayur merangkak naik. Pedagang beralasan pasokan sayur dan buah di Pasar Induk Kramatjati berkurang akibat pengaruh cuaca. Sebaliknya pengelola pasar induk malah menyatakan soal pasokan barang tidak ada masalah.

Ini mengindikasikan ada dugaan permainan pada tata niaga bahan kebutuhan pangan dari hulu hingga hilir. Tengkulak dan distributor selalu saja menjadi tertuduh bila setiap terjadinya kenaikan harga kebutuhan pangan. Tengkulak dituding mencari keuntungan besar dan menaikkan harga sesukannya jauh dari harga di tingkat petani. Sementara distributor dicurigai menimbun barang.

Kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) dipastikan melonjak setiap akhir tahun memenuhi kebutuhan Natal dan Tahun Baru. Ini karena meningkatnya permintaan pasar, dan alasan keterbatasan stok jadi  alasan menaikkan harga. Permintaan bahan pangan seperti beras, telur, ayam, daging sapi dan lainnya selalu melonjak menjelang Hari Raya Idul Fitri, Natal maupun Tahun Baru.

Daging sapi adalah salah satu bahan pangan yang harganya meroket setiap akhir tahun. Apalagi pihak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) sempat khawatir pasokan daging untuk triwulan IV-2015 atau akhir tahun tidak mencukupi. Sehingga akan terjadi shortgae atau kekurangan jauh dibanding jumlah permintaan. Kondisi ini bila tidak cepat diatasi akan jadi permainan mafia.

Mengantasipasi gejolak harga kebutuhan pokok jelang akhir tahun, pemerintah dituntut cepat bertindak. Kenaikan harga yang selalu berulang tiap akhir tahun, pemerintah harus menjaga keseimbangan antara stok barang dan kebutuhan sehingga harga bisa terkendali. Langkah lainnya, pengawasan jalur distribusi dari hulu sampai hilir mesti diperketat. Langkah penting lainnya, kesiapan aparat kepolisian mengawasi gudang-gudang guna mencegah praktik penimbunan.

Mahalnya kebutuhan pangan sangat memukul ekonomi masyarakat terutama kalangan menengah ke bawah. Apalagi saat ini dibarengi dengan pergantian semester di mana orangtua harus menyediakan dana lebih untuk kebutuhan sekolah anak. Jangan biarkan harga-harga bergejolak semakin liar.**