Sunday, 23 September 2018

Menteri Anies: Gunakan Kosa Kata Bahasa Daerah

Jumat, 11 Desember 2015 — 13:50 WIB
Remaja para peserta ARKI 2015. (Inung)

Remaja para peserta ARKI 2015. (Inung)

JAKARTA (Pos Kota)- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mendorong semua pihak untuk membiasakan menggunakan kosa kata daerah dibanding kosa kata asing. Penggunaan kosa kata dari bahasa daerah diharapkan mampu memperkaya kosa kata bahasa Indonesia.

“Lebih baik gunakan kosa kata bahasa daerah. Agar penyerapan bahasa daerah menjadi kosa kata bahasa Indonesia lebih cepat,” kata Anies pada saat membuka acara Akademi Remaja Kreatif Indonesia (ARKI) 2015 di kantor Kemendikbud, Jumat (11/12).

Diakui saat ini bahasa Indonesia hanya memiliki sekitar 90 ribu kosa kata. Bandingkan dengan bahasa Inggris yang sudah memiliki kosa kata lebih dari 1 juta.

Padahal indonesia dikatakan Anies memiliki 719 bahasa daerah. Semestinya keberadaan bahasa daerah ini bisa mendukung dan memperkaya kosa kata bahasa Indonesia.

Anies mengakui saat ini generasi muda cenderung memilih penggunaan kosa kata asing dibanding kosa kata bahasa daerah. Padahal langkah ini jelas akan semakin membuat bahasa Indonesia miskin kosa kata.

“Kita ambil contoh, orang lebih suka pakai istilah motivator dan bukan pemantik. Atau gadget dan bukan pakai kata gawai,” lanjut Anies.

Mendikbud mengakui peran media masa dan media sosial amat besar dalam penyerapan bahasa daerah menjadi kosa kata bahasa Indonesia. Itu sebabnya media massa dan media sosial diminta lebih berperan aktif dalam upaya memperkaya kosa kata bahasa indonesia ini.

Melalui Badan Bahasa, Anies juga mengatakan setiap kosa kata daerah yang populer dimasyarakat, selalu dikaji untuk melihat peluang dijadikan kosa kata bahasa Indonesia. Dengan cara seperti ini diharapkan 5 tahun ke depan, kosa kata bahasa Indonesia bakal meningkat dua kali lipatnya atau menjadi 180 ribu kosa kata.

Terkait ARKI, Anies mengatakan bahwa prestasi anak tidak melulu dalam bidang sains dan matematika. Mereka yang memiliki prestasi dalam bidang tulis menulis juga harus diberikan apresiasinya.
ARKI itu sendiri terselenggara atas kerjasama Direktorat Pembinaan SMP Kemendikbud dengan Mizan Pustaka.

(inung/sir)