Monday, 19 November 2018

Menteri Yohana: Teknologi Juga Menyebarkan Kekerasan pada Perempuan

Sabtu, 12 Desember 2015 — 17:00 WIB

JAKARTA (Pos Kota)- Indonesia bisa bebas dari kemiskinan bila perempuan sudah pada koridor yang aman. Untuk itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, bertekad terus berjuang untuk melawan kekerasan pada perempuan.

Dalam rilis Kementerian PPPA disebutkan menteri mengatakan kekerasan pada perempuan masih kerap terjadi dimana-mana. “Ini menjadi persoalan serius yang harus kita pecahkan saat ini,” jelas Yohana dalam acara Ending Violance Against Women di Turki.

Menurutnya kurangnya pendidikan mengakibatkan anak-anak perempuan di Indonesia sulit lepas dari lingkaran kekerasan dan kemiskinan. Pun adanya ketidakseimbangan kekuatan antara laki-laki dan perempuan.

“Kemajuan informasi teknologi membuka batasan untuk pendidikan dan pembelajaran, namun memiliki efek negatif dari penyebaran kekerasan dan pelecehan secara online,” ujar Menteri Yohana.

Menteri Yohana mengakui bahwa saat ini para perempuan di Indonesia sudah berdaya namun masih didominasi laki-laki. Jumlah perempuan yang sudah menikmati pembangunan dan kesetaraan gender masih sangat timpang dibanding mereka yang belum menikmatinya.

Karena itu, ia berupaya melakukan mapping ke semua daerah untuk melihat keunikan dan karakteristik persoalan dimasing-masing daerah. Termasuk pengaruh budaya dan agama yang acapkali mempersempit gerak para perempuan.

Menteri Yohana menambahkan bahwa Kementerian PP dan PA juga memberikan dukungan dan pelayanan kepada perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan dan tindak pidana perdagangan orang, yang hingga saat ini sudah mencapai 510 unit di 34 provinsi. Kampanye untuk meningkatkan kewaspadaan pun gencar dilakukan kepada penegak hukum dan masyarakat untuk mencegah dan sebagai peringatan dini terhadap kekerasan. (inung)